Kamis, 03 November 2011

Yuk Nak, Kita Puasa!

Alhamdulillah… akhirnya bulan Ramadhan pun tiba. Tidak sabar rasanya menanti bulan penuh keberkahan ini. Berbagai persiapan mulai dilakukan agar ibadah di bulan ini lebih khusyu’ daripada bulan Ramadhan tahun lalu. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al-Baqarah: 183)

Namun ada yang berbeda di tahun ini. Apa itu? Ternyata tahun ini si kecil mulai belajar berpuasa! Subhanallah. Selain senang, ternyata bingung juga bagaimana melatih si kecil berpuasa. Ada beberapa hal yang mungkin akan membantu kita dalam melatih si kecil berpuasa.

Usia berapa anak dapat dilatih berpuasa?

Anak dapat dilatih berpuasa sejak dini karena kebiasaan akan menumbuhkan kecintaan dalam diri anak. Pada umumnya anak siap dilatih berpuasa pada usia 6-7 tahun. Tentu saja orang tua harus memperhatikan kondisi fisik anak serta kebutuhan energi yang diperlukannya untuk beraktifitas sepanjang hari. Kita perlu mengingat bahwa usia anak-anak adalah masa yang penuh dengan aktifitas motorik yang sangat menguras energi. Jangan sampai kita terlalu memaksa anak untuk berpuasa padahal hal tersebut dapat membahayakan kesehatan fisiknya. Semakin jarang anak merasa lapar, maka secara fisik anak sudah siap dilatih berpuasa penuh.

Bagaimana memberikan pengertian kepada si kecil mengapa dia harus berpuasa?

Memberikan pengertian kepada si kecil tentang puasa sangat dianjurkan agar anak terbiasa mengetahui alasan atau sebab mengapa mereka harus melakukan sesuatu. Dengan mengetahui alasan tersebut, diharapkan akan tumbuh dalam diri anak kecintaan terhadap ibadah. Berikan pengertian kepada anak dengan kata-kata yang jelas intonasinya, lambat, dan menggunakan bahasa yang sederhana disesuaikan dengan pemahaman dan umur anak. Berikan penjelasan tentang apa itu puasa, kapan waktu untuk melaksanakan puasa, apa yang harus, boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berpuasa.

Bagaimana cara melatih anak berpuasa?

Melatih anak berpuasa bukan sesuatu yang mudah namun juga tidak perlu dianggap beban yang berat. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengajak mereka berpuasa bersama. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melatih anak berpuasa. Pada bulan Ramadhan, anak tidak akan merasa terlalu terbebani karena banyak orang yang ikut berpuasa bersamanya.

Mintalah anak berpuasa semampu mereka. Namun hendaknya kita menjelaskan kepada mereka bahwa puasa mereka belum dikatakan berpuasa. Teruslah memotivasi mereka agar meningkatkan puasanya.

Bagaimana cara memotivasi anak agar semangat berpuasa?

Puasa bagi anak memang sesuatu yang berat. Namun ada beberapa cara untuk mendongkrak semangat mereka agar mau berpuasa. Salah satu di antaranya adalah hadiah. Buatlah perjanjian dengan anak. Misalnya, jika anak mampu berpuasa sebulan penuh, mereka akan mendapatkan hadiah tertentu. Jika ternyata anak tidak mampu berpuasa sebulan penuh, maka berikan kepada mereka hadiah penghibur yang nilainya di bawah hadiah yang akan mereka dapatkan jika berpuasa satu bulan penuh. Hal tersebut akan membuat anak senang dan terpacu untuk mencoba berpuasa penuh di bulan berikutnya.

Kita juga dapat memberikan hadiah motivasi setiap hari selama Ramadhan. Tidak perlu hadiah yang mahal. Buatlah bentuk-bentuk lucu seperti mobil atau yang lain dari kertas warna-warni atau stiker mobil, lalu berikan kepada mereka setiap kali selesai menjalankan puasa di hari itu. Dengan demikian anak akan merasa senang karena usahanya dihargai. Jangan lupa untuk selalu memuji mereka jika berhasil berpuasa penuh di hari itu. Jika mereka tidak sanggup, teruslah menyemangati mereka agar menambah waktu puasa mereka di esok hari.

Namun tentu saja, hal ini jangan dijadikan kebiasaan. Karena dikhawatirkan anak hanya mau berpuasa jika diberi hadiah saja. Orang tua tetap harus memberikan pengertian bahwa puasa adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah. Dan puasa di bulan Ramadhan adalah puasa yang wajib kita lakukan. Seiring bertambahnya umur anak, arahkan anak berpuasa demi mendapat pahala. Tanamkan pada anak pentingnya meraih ridha Allah. Jikalau terkadang orang tua masih memberikan hadiah ketika anak puasa, katakanlah kepada anak bahwa itu adalah pemberian dari orang tua, sedangkan anak harus tetap dimotivasi untuk berpuasa demi menjalankan ibadahnya kepada Allah.

Bagaimana jika anak merengek untuk berbuka sebelum waktunya?

Orang tua harus pengertian, jika anak memang benar-benar terlihat lemas dan tidak sehat, segera hentikan puasanya. Namun jika anak masih dalam kondisi wajar, bujuk mereka dengan hadiah atau menu buka puasa yang mereka sukai. Alihkan perhatian mereka dengan memberikan mainan yang dapat menyibukkan pikiran mereka atau anak diajak berjalan-jalan keluar rumah. Selain itu, sangat penting bagi ibu untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka yang dapat menggugah selera anak. Menu yang menarik tidak harus mahal, karena menu yang sederhana pun dapat menarik jika kita mampu mengkreasikannya.

Sedangkan jika sang anak merengek karena alasan yang tidak logis, karena manja misalnya, sedangkan umur dan kondisi anak sudah dinilai kuat untuk berpuasa penuh, maka orang tua harus berusaha tegas. Tetapi, setelah anak berbuka puasa, jangan lupa untuk memberikan mereka penghargaan. Meski hanya sekedar pujian atau sebuah pelukan kasih sayang.

Walhamdulillah, semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mendidik buah hati tercinta, salah satunya dengan mendekatkannya kepada ibadah-ibadah yang wajib dijalankan ketika mereka telah baligh. Jika menemukan kesulitan dalam menghadapi anak, janganlah berputus asa, sesungguhnya Allah dekat dengan hamba-Nya yang bertaqwa. Janganlah kita lupa, bahwa keteladanan kita lebih besar pengaruhnya kepada anak daripada seribu ucapan yang keluar dari lisan kita. Wallahul musta’an.

http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/yuk-nak-kita-puasa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar