Rabu, 29 Desember 2010

Etika Bercanda dalam Islam

Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bercanda ketika memanggil shahabatnya :"Hai yang mempunyai dua telinga " (HR. Tirmidzi dalam Syamail 225 dan Sunan-nya 1992, 3828; Abu Dawud no. 5002; dan Ahmad 3/117, 127. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 4182).

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam juga pernah berkata kepada seorang perempuan tua : "Tidak ada perempuan tua yang masuk surga". Kemudian beliau shallallaahu 'alaihi wasallam membaca ayat : "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan " (Al-Waaqi'ah : 35-36) (HR. Tirmidzi dalam Syamail 240 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ghayatul-Maram 375).

Dari Anas radliyallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menemui Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, bawalah aku jalan-jalan". Beliau berkata : "Kami akan membawamu berjalan-jalan menaiki anak unta". Laki-laki itu pun menukas : "Apa yang bisa kuperbuat dengan anak unta?". Beliau berkata : "Bukankah setiap unta adalah anak ibunya?" (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya dalam kitab Al-Adab - 92 bab Riwayat tentang Bersendau-Gurau hadits no. 3998 (V : 270) dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III : 943 no. 4180. Dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi dalam kitab Al-Birr - 57 bab Riwayat tentang Bersendau-Gurau hadits no. 1992 (VI : 207)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata : "Orang-orang bertanya : 'Wahai Rasulullah, apakah engkau juga mengajak kami bercanda?'. Beliau menjawab : 'Ya, tapi aku hanya mengatakan sesuatu apa adanya (tanpa berdusta) " (HR. Tirmidzi dalam kitab Al-Birr wash-Shilah - 57 bab Riwayat tentang Sendau-Gurau 1991; dan beliau berkata : "Hadits ini hasan shahih".

Dari beberapa riwayat tentang kelakar/bercandanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam terkumpul padanya 3 (tiga) perkara :
1. Tidak berdusta / tidak mengada-ada.2. Dilakukan terhadap wanita, anak-anak, dan kalangan pria yang lemah yang butuh bimbingan.3. Jarang dilakukan (kadang-kadang).

Tiga perkara di atas hendaknya diperhatikan oleh kaum muslimin - baik bagi orang awam, para da'i, dan para pemimpin - dalam bermuamalah terhadap sesama. Tidak halal hukumnya sengaja melucu dengan hal-hal kedustaan agar manusia tertawa karenanya. Merupakan musibah di masyarakat ketika profesi pelawak menjadi sangat laris di masyarakat. Hendaknya mereka bertaubat kepada Allah ta'ala dan meninggalkannya, sebab rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengancam mereka (yang melucu dengan dusta agar orang-orang tertawa) dengan sabdanya : "Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya " (HR. Abu Dawud dalam kitab Al-'Adab - 88, bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III : 942 no. 4175).

Dengan demikian, berlebihan dalam kelakar dan terus-terusan dengannya adalah terlarang, karena hal itu akan menjatuhkan kehormatan dan menumbuhkan dendam serta kemarahan. Adapun kalau sedikit, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka hal itu mengandung kebaikan jiwa. Dan terakhir, tersisa nasihat emas dari Imam Dzahabi rahimahullah bagi kita semua, dengan perkataannya : "...hendaknya mereka membatasi diri dan hendaknya mereka mencela diri sendiri sehingga jiwanya tidak goyah.

Sementara bagi mereka yang berwajah kusam masam, hendaknya mereka tersenyum dan memperelokkan akhlaqnya, serta harus marah kepada diri sendiri karena kejelekan akhlaqnya. Setiap penyimpangan yang keluar dari rel penyimpangan adalah tercela. Sehingga jiwa itu perlu dididik dan dibenahi" (Siyaaru A'lamin-Nubalaa' X/140, 141).

http://seputarmuslimah.blogspot.com/2008/03/etika-bercanda-dalam-islam.html

Jumat, 17 Desember 2010

System Of A Down


Berikut profil salah satu band idola saya…SOAD, System Of A Down adalah sebuah band nu-metal dari Los Angeles, Amerika Serikat. Band ini juga populer di Indonesia.Eempat anggota band System of a Down merupakan keturunan etnis Armenia. Tankian dan Dolmayan lahir di Libanon.

Lagu-lagu mereka terutama terkenal selain gayanya yang inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga berisikan ide, pandangan-pandangan,dan apa yang mereka rasakan. Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap Genosida Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan Kekerasan. Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.

Kompas pernah menulis artikel tentang band ini dengan judul “Band Keras Anti Kekerasan”. Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).

System of a Down memiliki sangat banyak gaya musik antara lain: nu metal,experimental, dan alternative metal

System Of A Down Bubar?
Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka ‘break’ dan mengatakan bahwa ‘perbedaan yang kreatif’-lah yang membuat mereka menghadapi masa kevakuman.

Grup beraliran rock pelantun tembang Chop Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada ‘proyek sampingan’ yang dipunyai.

Daron mengatakan pada majalah musik Inggris, Kerrang, “Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal yang biasa dan bukannya jadi permusuhan.”

“Saya mengenal pribadi Serj (Tankian – lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa saya wujudkan dalam System,” tandasnya.

Anggota

* Serj Tankian – vokalis dan kibor
* Daron Malakian – gitaris dan vokal
* Shavo Odadjian – basis
* Jhon Dolmayan – drum

Album

1. System of a Down (30 Juni 1998) #124 AS
2. Toxicity (4 September 2001) #1 AS, #13 Britania
3. Steal This Album! (26 November 2002) #15 AS, #56 Britania
4. Mezmerize (17 Mei 2005) #1 AS, #2 Britania
5. Hypnotize (11 September 2005)

Single

* “Sugar” dari System of a Down (1998)
* “Suite-Pee” dari System of a Down (1998)
* “Spiders” dari System of a Down (1999)
* “War?” dari System of a Down (2000)
* “Chop Suey!” dari Toxicity (2001) #76 AS, #17 Britania
* “Toxicity” dari Toxicity (2002) #70 AS, #25 Britania
* “Aerials” dari Toxicity (2002) #55 AS, #34 Britania
* “Psycho” dari Toxicity (2002)
* “Innervision” dari Steal This Album! (2002)
* “Boom!” dari Steal This Album! (2003)
* “I-E-A-I-A-I-O” dari Steal This Album! (2003)
* “B.Y.O.B.” dari Mezmerize (2005) #27 AS

Video klip

* “Sugar” dari System of a Down (1998)
* “Spiders” dari System of a Down (1999)
* “War?” dari System of a Down (2000)
* “Metro” dari “soundtrack Dracula 2000″ (circa 2000)
* “Chop Suey!” dari Toxicity (2001)
* “Aerials” dari Toxicity (2002)
* “Toxicity” dari Toxicity (2002)
* “Boom!” dari Steal This Album! (2003)
* “B.Y.O.B.” dari Mezmerize (2005)

Manfaat Wudhu

MANFAAT WUDHU



Rasulullah bersabda, Barang siapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya. (HR. Muslim).

Rasulullah bersabda, Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhunya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ilmu kontemporer menetapkan - setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya … dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak … dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!

Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.

Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.

Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.

Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:

Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah: Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.

Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari\’atkannya wudhu di dalam Islam.

( Sumber: Al-I\’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah )

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, \”Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)\”. Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, \”Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).
Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung …

http://mardian1987islam.wordpress.com/2008/05/14/wudhu-mencegah-terjadinya-berbagai-penyakit-kulit/


Etika Kerja Dalam Islam

Etika Kerja Dalam Islam
Oleh: Abi Ummu Salmiyah

Pengertian Kerja
Pengertian kerja dalam Islam dapat dibagi dalam dua bagian. Pertama, kerja dalam arti luas (umum), yakni semua
bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi atau nonmateri, intelektual atau fisik, maupun hal-hal yang
berkaitan dengan masalah keduniaan atau keakhiratan. Jadi dalam pandangan Islam pengertian kerja sangat luas,
mencakup seluruh pengerahan potensi yang dimiliki oleh manusia.
Kedua, kerja dalam arti sempit (khusus), yakni kerja untuk memenuhi tuntutan hidup manusia berupa makanan,
pakaian, dan tempat tinggal (sandang, pangan dan papan) yang merupakan kewajiban bagi setiap orang yang harus
ditunaikannya, untuk menentukan tingkatan derajatnya, baik di mata manusia, maupun dimata Allah SWT. Dalam
melakukan setiap pekerjaan, aspek etika merupakan hal mendasar yang harus selalu diperhatikan. Seperti bekerja
dengan baik, didasari iman dan taqwa, sikap baik budi, jujur dan amanah, kuat, kesesuaian upah, tidak menipu, tidak
merampas, tidak mengabaikan sesuatu, tidak semena–mena (proporsional), ahli dan professional, serta tidak
melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum Allah atau syariat Islam (al-Quran dan Hadits).
Pertama, melakukan pekerjaan dengan baik.
Di dalam al-Quran Allah SWT berfirman:
"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mu'minuun [23] : 51).
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah
kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (TQS. Al-Baqarah [2] : 172).
Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang di antara kamu yang melakukan suatu pekerjaan dengan baik
(ketekunan)." (HR. Al Baihaqi).
Dalam memilih seseorang untuk diserahi suatu tugas, Rasulullah saw melakukannya secara selektif, di antaranya dilihat
dari segi keahlian, keutamaan, dan kedalaman ilmunya. Beliau juga selalu mengajak mereka agar tekun dalam
menunaikan pekerjaan.
Kedua, takwa dalam melakukan pekerjaan.
Al-Quran banyak sekali mengajarkan kita agar takwa dalam setiap perkara dan pekerjaan. Jika Allah SWT ingin menyeru
kepada orang-orang mukmin dengan nada panggilan seperti "wahai orang-orang yang beriman," biasanya diikuti oleh
ayat yang berorientasi pada kerja dengan muatan ketakwaan. Di antaranya, "keluarkanlah sebahagian dari apa yang
telah Kami anugerahkan kepadamu." "Janganlah kamu ikuti/rusak sedekah-sedekah (yang telah kamu keluarkan)
dengan olokan-olokan dan kata-kata yang menyakitkan." "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwlah kamu kepada
Allah.
"…. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang
yang berakal." (QS. Al-Baqarah [2] : 197).
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah
untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda
kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (TQS. Al-A'raf [7] : 26).
Kerja mempunyai etika yang harus selalu diikutsertakan didalamnya, oleh karena kerja merupakan bukti adanya iman
dan parameter bagi pahala dan siksa. Hendaknya para pekerja dapat meningkatkan tujuan akhirat dari pekerjaan yang
mereka lakukan, dalam arti bukan sekedar memperoleh upah dan imbalan, karena tujuan utama kerja adalah demi
memperoleh keridhaan Allah SWT sekaligus berkhidmat kepada umat. Etika bekerja yang disertai dengan ketakwaan
merupakan tuntunan Islam.
Ketiga, adanya sikap baik budi, jujur dan amanah, kesesuaian upah, tidak menipu, merampas, mengabaikan sesuatu,
dan semena–mena.

Pekerja harus memiliki komitmen terhadap agamanya, memiliki motivasi untuk menjalankan kewajiban–kewajiban
Allah, seperti bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya. Disamping itu, mereka harus
mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja sehingga menjadi suatu tradisi kerja yang didasarkan
pada prinsip–prinsip agama.
Cara seperti ini mempunyai dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Akhlak Islam tidak tergantung pada manusia bekerja
atau tidak bekerja, namun akhlah Islam lahir dari aqidah Islam, konsisten pada ajaran–ajaran Islam serta bertalian
dengan halal dan haram.
Keempat, adanya keterikatan individu terhadap diri dan kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
Sikap ini muncul dari iman dan rasa takut individu terhadap Allah. Kesadaran ketuhanan dan spiritualitasnya mampu
melahirkan sikap–sikap kerja positif. Kesadaran bahwa Allah melihat, mengontrol dalam kondisi apapun, serta
akan menghisab seluruh amal perbuatannya secara adil dan fair, kemudian akan membalasnya dengan pahala atau
siksaan di dunia.
Allah SWT berfirman:
"Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita
gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan
yang baik," (QS. Al-Kahfi [18] : 2).
Kesadaran inilah yang menuntut untuk bersikap cermat dan bersungguh–sungguh dalam bekerja, berusaha keras
memperoleh keridhaan Allah, dan memiliki hubungan yang baik dengan relasinya.
Dewasa ini sikap semacam itu telah banyak dilupakan orang. Hal ini disebabkan karena lemahnya komitmen terhadap
agama dan kurangnya konsistensi terhadap ajaran–ajarannya. Oleh karenanya, harus diupayakan penanaman
ketakwaan dalam hati dan jiwa manusia.
Kelima, berusaha dengan cara halal dalam seluruh jenis pekerjaan.
Rasulullah saw pernah ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab : "Jual beli yang baik dan
pekerjaan seorang laki–laki dengan tangannya sendiri ". (H.R Abu Ya'la).
Selanjutnya Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Baik, mencintai yang baik, dan tidak menerima (sesuatu) kecuali yang baik dan
sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang–orang mukmin sesuatu yang diperintahkan kepada para
utusan-Nya." (H.R Muslim dan Tirmidzi).
"Mencari yang halal adalah wajib bagi setiap muslim." (H.R Ath Thabrani)
"Empat hal sekiranya ada pada diri anda maka sesuatu yang tidak ada pada diri anda (dari hal keduniaan) tidak
membahayakan anda, yaitu menjaga amanah, berbicara benar, berperagai baik, dan iffah dalam hal makanan." (HR.
Ahmad dan Ath Thabrani).
Keenam, dilarang memaksakan (memforsir) seseorang, alat–alat produksi, atau binatang dalam bekerja.
Semua harus dipekerjakan secara proporsional dan wajar, misalnya tidak boleh mempekerjakan buruh atau hewan
secara zhalim. Termasuk didalamnya penggunaan alat–alat produksi secara terus menerus. Rasulullah saw
bersabda : "Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atas dirimu."
Para ahli fiqih telah menegaskan pentingnya kasih sayang terhadap para pekerja dan hewan yang dipekerjakan. Mereka
yang sadar amat memperhitungkan beban yang semestinya dipikul oleh para pekerja. Mereka melarang membebani
binatang diluar kekuatannya. Mereka menyuruh para pekerja menurunkan barang–barang muatan dari atas
punggung hewan yang mengangkutnya jika sedang istirahat, agar tidak membahayakan.
Demikian pula terhadap alat–alat produksi, agar tidak dipergunakan secara terus menerus tanpa ada waktu
istirahat, guna mengurangi kerusakan yang terlalu cepat, apalagi jika alat–alat tersebut milik umum.
Ketujuh, Islam tidak mengenal pekerjaan yang mendurhakai Allah.
Dalam bekerja tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam seperti memeras bahan–bahan
minuman keras, sebagai pencatat riba, pelayan bar, pekerja seks komersial (PSK), Narkoba, dan bekerja dengan
penguasa yang menyuruh kejahatan seperti membunuh orang dan sebagainya.

Rasulullah saw bersabda :
"Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk mendurhakai Sang Pencipta." (HR. Ahmad bin Hambal dalam Musnad-Nya
dan Hakim dalam Al Mustadraknya, kategori hadits shahih).
Kedelapan, kuat dan dapat dipercaya (jujur) dalam bekerja.
Baik pekerja pemerintah, swasta, bekerja pada diri sendiri, ataukah di umara, para hakim, para wali rakyat, maupun para
pekerja biasa, mereka adalah orang–orang yang disebut "pegawai tetap". Begitupun kelompok pekerja lain,
seperti tukang sepatu, penjahit, dan lainnya ; atau para pedagang barang–barang seperti beras; atau para petani,
mereka juga harus dapat dipercaya dan kuat, khususnya mereka mandiri dalam kategori terakhir.
Allah SWT berfirman :
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena
sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat
dipercaya."
Kesembilan, bekerja secara profesional (ahli).
Aspek profesionalisme ini amat penting bagi seorang pekerja. Maksudnya adalah kemampuan untuk memahami dan
melaksankan pekerjaan sesuai dengan prinsipnya (keahlian). Pekerja tidak cukup hanya dengan memegang teguh
sifat–sifat amanah, kuat, berakhlaq dan bertakwa, namun dia harus pula mengerti dan menguasai benar
pekerjaannnya.
Umar ra. sendiri pernah mempekerjakan orang dan beliau memilih dari mereka orang–orang yang profesional
dalam bidangnya. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan: "Bila suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka
tunggulah kehancurannya." (al-Hadits).
Jadi tanpa adanya profesionalisme atau keahlian, suatu usaha akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan. Juga
menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas produksi, bahkan sampai pada kesemrawutan manajemen, serta
kerusakan alat–alat produktivitas. Hal–hal ini tentunya jelas akan menyebabkan juga terjadinya
kebangkrutan total yang tidak diinginkan. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

http://spesialis-torch.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=37

Selasa, 23 November 2010

Awali dengan Senyuman

Senyum itu indah dan memperindah wajah, karena wajah yang tersenyum mencerminkan perasaan yang tenang. Senyum itu ibadah yang paling mudah dilakukan, tetapi mampu menyempurnakan kemuliaan akhlak. Senyum adalah kecantikan yang lahir dari hati dan jiwa, anugerah yang bisa menenangkan perasaan, menyejukkan dan menentramkan hati yang gelisah. Senyuman merupakan kosmetika wajah yang paling tulus dan berharga, tidak perlu dibeli dan bisa dipakai setiap saat, tidak menimbulkan iritasi dan menghambat penuaan dini secara alami. Dengan tersenyum, kita bisa menyenangkan orang lain, sedekah termurah yang penuh berkah. Menumbuhkan semangat dan memancarkan ketulusan hati. Karena itu, awali semua aktivitas kita dengan senyuman dan doa. Bismillah.

Mengapa kita harus tersenyum?

Senyum merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. Tersenyum bisa menghadirkan energi positif bagi diri sendiri dan orang lain. Tentu saja senyum yang dimaksud ialah senyum yang wajar, bukan senyum yang dibuat-buat. Senyum tulus yang lahir dari kelapangan dan kebersihan hati dan keikhlasan jiwa. Menjadi bukti kemurnian persahabatan dan tanda ketulusan cinta. Membuat wajah kita terlihat berseri dan kecantikan alamiah kita terpancar secara maksimal. Wajah cantik tanpa senyuman, tidak sedap dipandang mata. Riasan wajah yang mahal dan apik tampak biasa tanpa senyuman. Senyuman bisa mengubah penderitaan menjadi kegembiraan, menciptakan suasana nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

Begitu berartinya sebuah senyuman dalam kehidupan hingga Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi.

”Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqoh.”

Artinya, “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”

Hadits ini mengajarkan kita betapa hal kecil yang sering kita nggap sepele dan kita abaikan ternyata memiliki nilai yang berharga dalam pandangan agama.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda:

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Hadits ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kebaikan bisa kita lakukan dengan cara sederhana, sedekah itu tidak harus selalu kita lakukan dengan memberi sejumlah materi jika kita memang tidak punya apa-apa. Karena membuat gerakan ekspresif dengan menarik sudut bibir ke atas tanpa bersuara sudah merupakan sedekah.

Senyum memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengubah dunia. Mengapa demikian? Karena senyum merupakan salah satu instrumen dakwah dan syiar Rasulullah SAW yang turut melengkapi kemuliaan budi pekertinya dalam etika pergaulannya dan dalam membina keharmonisan rumah tangganya. Suatu hari, seorang Badui Arab meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW dengan menarik sorban beliau hingga tercekik, dan tarikan sorban itu meninggalkan bekas pada leher Rasulullah SAW. Orang ini berpikir, bahwa Rasulullah pasti marah setelah ia melakukan hal tersebu. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Ia terkesima menatap Rasulullah SAW yang tidak marah atas perlakuannya yang sangat kasar, tatapi justru Rasulullah SAW tersenyum dengan ikhlas kepadanya. Akhirnya, senyum tulus Rasulullah SAW, membawa orang Badui ini menikmati indahnya Islam. Sebuah senyum yang didasari ketulusan dan keimanan mampu mengubah keyakinan seseorang. Ketulusan senyum dan kemuliaan budi pekertinya dalam berdagang bahkan berperang membuatnya mampu menyebarkan Islam hingga Kisra dan Persia.

Senyum Rasulullah SAW juga selalu teraplikasi dalam pergaulannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam juga merupakan seorang suami yang penuh canda dan senyum dalam kehidupan rumah tangganya.

Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir)

Aisyah Radliyallahu’anha bercerita, yang artinya, “Tidak pernah saya melihat Raulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Senyum yang tulus dapat memancarkan cahaya hati dan inner beauty kita, memberi kesan hangat dan ramah. Tersenyum mampu mendekatkan perasaan dan menumbuhkan ikatan kasih sayang yang mengeratkan hubungan hati. Bukan sekedar hubungan dan ikatan secara keturunan atau materi, tetapi ikatan dan hubungan persaudaran yang berlandaskan iman. Tersenyumlah, dan awali setiap hari dengan senyuman karena senyum memiliki banyak manfaat.

Apa saja manfaat senyum?

Pertama, secara penampilan senyum membuat kita lebih menarik karena daya tarik kita lebih tercermin lewat senyuman. Tersenyum mencerminkan pribadi yang menyenangkan dan bersahabat di mata orang lain, sehingga orang merasa nyaman dan senang di dekat kita. Dengan banyak tersenyum, pasti kita punya banyak teman dalam pergaulan kita. Senyum juga menunjukkan kebahagiaan yang turut memperbaiki penampilan seseorang, sehingga orang bisa lebih disegani dan dihormati.

Kedua, secara psikologis, senyum dapat mengurangi stress dan mengubah perasaan. Ketika kita merasa tertekan dan sedih, cobalah tersenyum, maka perasaan akan lebih baik dan pikiran lebih jernih dan positif. Saat tersenyum tubuh kita memberi sinyal-sinyal positif kehidupan, sehingga tubuh kita menerimanya sebagai anugerah. Faktor ini pula yang membuat senyum mampu meningkatkan imunitas tubuh secara psikologis karena senyum membuat perasaan dan pikiran lebih rileks. Fungsi imun akan meningkat dalam suasana dan kondisi yang rileks. Tersenyum juga mampu menularkan energi positif kepada orang lain. Dengan senyum, suasana menjadi lebih santai, ceria dan bisa membuat perasaan orang lain bahagia. Di samping itu, senyum dapat memberi kesan berseri dan optimis. OPtimisme yang tampak membuat orang lebih diandalkan dalam karir, sehingga bisa membantu meraih kesuksesan.

Ketiga, ditinjau dari segi kesehatan, senyum sama dengan olah raga yang bermanfaat untuk mengurangi infeksi paru-paru, mengurangi sakit jantung, meningkatkan semangat mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol, serta menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah dan serotonin yang merupakan hormon pengendali rasa sakit, sehingga senyum bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit dan mengurangi rasa nyeri. Dari segi kecantikan, senyum merupakan obat awet muda karena senyum menggerakkan banyak otot wajah, sehingga otot wajah terlatih dan kencang.

Keempat, secara spiritual, senyum memberikan manfaat sebagai penyejuk rohani, tanda kemurahan hati dan tentu saja ibadah karena senyum merupakan sedekah. Yang penting kita bisa menempatkan senyum dalam waktu dan kondisi yang tepat.

Tersenyumlah, dan awali setiap aktivitas kita dengan senyuman dan akhiri setiap usaha dengan tersenyum dan berdoa. Alhamdulillah. InsyaAllah, hati dan pikiran kita lebih berenergi. (Nia Hidayati) Hadits dikutip dari : Kumpulan Hadits


http://niahidayati.net/awali-dengan-senyuman.html

10 Cara Untuk Membuat Seseorang Tersenyum

Tidak ada sesuatu yang lebih baik selain mengetahui bahwa anda telah membuat seseorang bahagia – khususnya jika anda melakukannya dengan cara-cara yang sederhana.

Berikut ini adalah 10 cara mudah untuk membuat seseorang tersenyum. Saya jamin anda akan tersenyum juga. :)

1. Tulislah ucapan ”terima kasih”

Ini adalah hal yang sangat-sangat sederhana, namun mempunyai arti yang amat penting. Tulislah ucapan “terima kasih” hari ini kepada seseorang yang telah membantu anda menyelesaikan tugas atau seseorang yang telah melakukan sesuatu untuk anda. Bisa kepada orang tua, anak, kolega, teman, atau bahkan seorang pelayan toko yang telah dengan ramah melayani anda.

Bonus point : Tuliskan diatas sehelai kertas dan kirimkan, entah lewat pos atau anda antarkan sendiri – bukan sekedar lewat email.

2. Pasang screensaver atau wallpaper yang lucu pada komputernya

Jika anda sedang berada di kantor, mengapa anda tidak mencoba untuk merubah screensaver komputer rekan kerja anda dengan sesuatu yang menyenangkan atau lucu pada saat ia sedang tidak berada di mejanya? Atau misalkan di rumah, diam-diam anda merubah wallpaper komputer milik pasangan anda atau orang tua anda. Pasanglah screensaver atau wallpaper yang kira-kira anda tahu dapat membuat orang tersebut tertawa.

Bonus point : Cobalah cari screensaver atau wallpaper yang berhubungan dengan favoritnya.

3. Belikan ia permen/coklat kesukaannya

Meskipun kita telah dewasa, permen/coklat masih merupakan hal yang dapat membuat kita tersenyum. Jika seseorang sedang bersedih, belikan ia permen/coklat kesukaannya – anda dapat memberikannya bersama-sama dengan tulisan ”terima kasih”. Anda tidak perlu membelikan permen/coklat yang mahal harganya.

Bonus point : Temukan permen/coklat favoritnya sejak ia masih kanak-kanak.

4. Kirimkan kartu ucapan

Satu tingkat diatas tulisan “terima kasih” yaitu anda mengirimkan sebuah kartu ucapan yang tidak akan ia duga sebelumnya. Ucapan selamat telah mendapatkan pekerjaan baru atau selamat atas kelulusan akan selalu membuat seseorang tersenyum. Anda harus sedikit kreatif disini dan jangan khawatir, akan selalu ada peristiwa-peristiwa spesial untuk anda ucapkan selamat pada seseorang.

Bonus point : Design kartu yang sederhana tidak menjadi masalah, yang penting buatlah tulisan anda sendiri, bukan tulisan yang berasal dari kartu.

5. Lakukan tugas-tugasnya

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain mengetahui ketika pulang ke rumah menemukan seseorang telah menyapu rumah dan membersihkan dapur. Singsingkan lengan baju anda dan mulailah beraksi. Biasanya hal ini dilakukan untuk pasangan atau orang tua anda.

Bonus point : Lakukan sebuah tugas yang kira-kira ia benci melakukannya – seperti membersihkan oven atau membersihkan kompor gas.

6. Buatkan sarapan favoritnya

Sarapan pagi adalah makanan yang tidak boleh diabaikan. Banyak pilihan makanan lezat untuk sarapan pagi. Satu kali di pagi hari, bangunlah lebih awal dan siapkan sarapan untuk anggota keluarga di rumah. Anda bisa menyajikan roti, cereal atau nasi goreng.

Bonus point : Susun meja dan kursi agar semua orang dapat makan bersama-sama, atau bisa juga membuat lay out yang special.

7. Berikan hadiah kejutan

Menerima hadiah ulang tahun akan selalu menyenangkan – tetapi akan lebih mengejutkan jika anda dapat memberikan sebuah hadiah di hari biasa. Belikan sebuah buku, DVD atau hadiah-hadiah kecil lainnya yang kira-kira anda tahu si penerima akan menyukainya.

Bonus point : Cobalah untuk membuatnya menjadi semacam permainan, dan di akhir permainan tersebut anda memberikannya hadiah.

8. Buatlah foto album mini

Kumpulkan beberapa foto keluarga atau rekan-rekannya dan taruhlah menjadi satu pada sebuah foto album. Anda bisa menggunakan jasa online semisal www.photobox.com untuk mengupload foto-foto tersebut dan mencetaknya dengan design anda sendiri.

Bonus point : Carilah foto-foto masa kecilnya. Untuk ini anda memang perlu menggunakan scanner untuk menaruhnya dalam komputer.

9. Berikan ia waktu bersantai

Jika anda mengetahui seseorang sedang bersama anaknya, tawarkan untuk mengajak anaknya bermain. Bagi orang tua yang sibuk akan sulit mendapatkan waktu untuk bersantai dan memulihkan energi – dan jika anda melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama anaknya, maka hari anda akan menyenangkan juga. Ajaklah anaknya ke taman bermain, toko es krim atau tempat-tempat bermain anak lainnya.

Bonus point : Kombinasikan dengan pemberian tiket bioskop atau hadiah ‘aktivitas’ lainnya bagi si orang tua agar dapat bersantai tanpa anak-anak di sekelilingnya.

10. Buatlah buku tentang peristiwa-peristiwa spesial dalam hidupnya

Ini memang membutuhkan cukup usaha dalam merencanakan dan menyiapkan buku tersebut, namun akan menjadi harta karun yang tak ternilai bagi orang tersebut. Kumpulkan semua dokumentasi yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa spesial dalam hidupnya dan susunlah menjadi satu urutan yang rapi.

Bonus point : Buku ini akan menjadi hadiah ulang tahun ke-21 yang luar biasa, dengan halaman-halaman diisi dengan dokumentasi peristiwa semenjak ia berumur 1 sampai dengan 20 tahun.

http://semangatbelajar.com/10-cara-untuk-membuat-seseorang-tersenyum/

Manfaat Berdo'a

BERDOA -- yang secara etimologis berarti "meminta kepada Allah" -- mempunyai tujuan-tujuan yang bukan saja bersifat ukhrawi, melainkan juga bersifat duniawi. karena doa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Kalaupun kita berdoa untuk memohon segala "sesuatu yang kita butuhkan", "yang kita inginkan" ataupun hanya "untuk menenangkan diri dari segala kesusahan", namun doa mempunyai beberapa faidah yang tak terhingga.


Syekh Sayyid Tantawi, syaikhul Azhar di Mesir, merangkum manfaat doa itu dalam tiga poin:
Pertama: doa berfungsi untuk menunjukkan keagungan Allah swt kepada hamba-hambaNya yang lemah. Dengan doa seorang hamba menyadari bahwa hanya Allah yang memberinya nikmat, menerima taubat, yang memperkenankan doa-doanya. Allah swt. berfirman: …atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya (QS. An Naml:62).

Tak ada satupun anugerah yang bisa diberikan kecuali oleh Allah swt yang Maha Pemberi, yang membuka pintu harapan bagi hamba-hamba-Nya yang berdosa sehingga sang hamba tidak dihadapkan pada keputusasaan. Bukankah Allah swt berjanji akan selalu mengabulkan doa hamba-hambaNya? "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS Ghafir: 60)

Janji Allah untuk mengabulkan doa kita merupakan tahrid (motivasi) untuk bersegera berbuat baik, dan tarbiyah (mendidik) agar kita mengakui dan merasakan nikmat Allah sehingga jiwa kita semakin terdorong untuk selalu bersyukur. Sebab rasa syukur itu pula yang mendorongnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Manfaat kedua yaitu, doa mengajari kita agar merasa malu kepada Allah. Sebab manakala ia tahu bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya, maka tentu saja ia malu untuk mengingkari nikmat-nikmatNya.
Bahkan manakala manusia sudah berada dalam puncak keimanan yang kuat sekalipun, maka ia akan lebih dekat lagi (taqarrub) untuk mensyukuri nikmat-Nya. Hal ini dicontohkan oleh nabi Sulaiman as. ketika berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. An Naml: 35).

Maka Allah pun mengabulkannya. Nabi Sulaiman bertanya kepada semua makhluk siapa yang mampu memindahkan singgasana Balqis ke hadapannya. Salah satu ifrit yang tunduk atas perintah nabi Sulaiman berkata: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".
Ternyata benar, ifrit dari golongan jin itu datang membawa singgasana Balqis dari Saba (Yaman) ke Syria tidak kurang dari kedipan mata. Menyaksikan nikmat yang ada di "hadapannya", nabi Sulaiman lantas berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Manfaat yang ketiga adalah mengalihkan hiruk-pikuk kehidupan dunia ke haribaan tafakur dan kekudusan munajat ke hadirat Allah swt, memutuskan syahwat duniawi yang fana menuju ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Wallahu a'lam.

http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/hikmah/1054-manfaat-berdoa