Bisa dipastikan, hampir semua orang mengalami pusing kepala. Sebagian dari kita menganggap enteng hal itu. Tapi, Tidakkah kita tahu bahwa pusing juga bisa berbahaya? Bahaya paling nyata dari rasa pusing ini adalah aktivitas kita akan sangat terganggu. Bisa dibayangkan bagaimana tidak nyamannya mengalami rasa sakit ini. Konsentrasi kita bisa berubah alias tidak stabil, sementara pekerjaan yang harusnya segera bisa kita selesaikan akan terhambat.
Apa sih yang sebenarnya terjadi hingga kita mengalami pusing ini?
Biasanya orang awam membedakan pusing menjadi beberapa jenis, seperti limbung saat berdiri mendadak, berkunang-kunang, melayang, dan lain-lain. Pusing sebenarnya terdiri dari dua jenis. Pertama yaitu kondisi saat penderita merasa segala objek yang ada di depan matanya dan ada di sekitarnya bergerak atau berputar-putar. Kedua adalah kondisi penderita merasa seperti berjalan di atas awan, tubuhnya terasa ringan dan tidak stabil.
Sedangkan berdasarkan penyebabnya, secara garis besar, pusing dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu pusing yang timbul sebagai akibat dari adanya kelainan pada otak, dan pusing yang disebabkan oleh kelainan pada telinga.
Pada telinga bagian dalam dua terdapat semicircular canal dan vestibulum yang bertugas mengatur keseimbangan. Selain itu juga terdapat rumah siput yang berfungsi untuk menangkap suara atau sebagai indra pendengaran. Kedua fungsi ini saling berdampingan.
Otak kecil bertugas untuk mengontrol segala macam perintah atau impuls yang berasal dari mata, bagian tubuh lain, terutama alat kontrol organ keseimbangan yang terdapat di dalam telinga. Dengan ini, otak kecil berperan besar dalam menjaga postur dan keseimbangan tubuh manusia. Sehingga bila terjadi kelainan atau gangguan, terutama pada otak kecil atau organ pengatur keseimbagan yang terdapat di dalam telinga, akan menimbulkan pusing.
Pusing yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada telinga ini, bersamaan dengan memburuknya fungsi organ pengatur keseimbangan dan selaput gendang. Yang akan dirasakan adalah telinga berdenging dan gangguan pendengaran. Contoh dari kasus ini adalah meniere syndrom dan gangguan pendengaran yang timbul secara mendadak. Sedangkan jenis pusing yang tidak disertai gangguan pada pendengaran antara lain BPPV (Benign Paroxymal Positional Vertigo) dan radang pada vestibulum.
Sedangkan pusing yang diakibatkan oleh gangguan pada otak disebabkan karena memburuknya aliran darah pada arteri yang bertugas untuk mengirim zat gizi dan unsur asam. Hal tersebut dapat disebabkan oleh stres atau penyempitan pada arteri. Keadaan ini dapat menjadi penyebab berbagai macam gangguan pada otak, misalnya pendarahan, infraksi, kanker, dan berbagai macam penyakit lain yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Bagaimana menangani pusing ini?
Pada saat pusing, biasanya penderita akan merasakan sakit kepala yang hebat, terkadang sampai mual atau muntah. Selain itu tangan dan kaki penderita gemetar, dan objek di depan mata terlihat dobel. Pada kasus yang lebih serius, bahkan penderita sampai kehilangan kesadaran. Bila timbul gejala-gejala serius atau tidak biasa seperti itu, ada kemungkinan terjadi gangguan pada otak, misalnya pendarahan otak atau infraksi. Oleh karena itu, pada situasi demikian sangat disarankan untuk membawa penderita ke rumah sakit sesegera mungkin.
Apabila pusing yang dirasakan tidak terlalu hebat, pertolongan pertama pada penderita adalah dengan membaringkannya pada tempat yang tenang. Setelah pusing dirasakan berkurang, gerak-gerakkan kepala dengan perlahan, dan berusaha untuk mencari posisi yang dapat menghilangkan pusing tersebut. Setelah penderita tenang, bawalah ke ahli THT untuk mendapat pemeriksaan.
Menurut penelitian, lebih dari setengah dari penyebab pusing berasal dari gangguan pada telinga. Yaitu meniere syndrom (22%), BPPV (16%), radang pada saraf vestibulum (7%), dan gangguan pendengaran mendadak (4%). Sedangkan selebihnya disebabkan oleh gangguan pada otak atau tidak diketahui penyebabnya secara pasti pada saat diperiksa.
Adaberbagai macam cara untuk menghindari pusing, yaitu dengan rajin berolah raga, terutama berenang. Ketika berenang, selain seluruh tubuh bergerak, kulit akan mendapatkan rangsangan yang cukup dari suhu air dan tekanan air.
http://www.untukku.com/berita-untukku/jangan-remehkan-pusing-kepala-untukku.html
Senin, 31 Oktober 2011
Jumat, 03 Juni 2011
Sholatlah walau dimana kita berada ...















“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (iaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam solatnya,” (Surah Al-Mu’minuun: ayat 1-2)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (Surah Al-Baqarah: ayat 45)
“Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (iaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gementarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan solat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.” (Surah Al-Hajj: ayat 34-35)
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Surah Al-Hajj: ayat 78 )
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan solat pada hari Jumaat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan solat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah kurniaan Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Surah Al-Jumu’ah: ayat 9-10)
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan solat. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali (mu).” (Surah Fathir: ayat 18 )
“Tidakkah kamu tahu bahawasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) solat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Surah An-Nuur: ayat 41)
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan solat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah At-Tawbah: ayat 71)
“Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Surah Hud: ayat 114)
“Dan pada sebahagian malam hari bersolat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Surah Al-Israa’: ayat 79)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan solat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surah Al-Baqarah: ayat 277)
“Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, Dan agar mendirikan solat serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.” (Surah Al-An’am: ayat 71-72)
“Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur’an), dan mereka selalu memelihara solatnya.” (Surah Al-An’am: ayat 92)
“… lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan solat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (Surah An-Nuur: ayat 37)
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahawasanya kamu berdiri (solat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahawa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, kerana itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahawa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebahagian kurnia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu berbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Al-Muzzammil: ayat 20)
“Sesungguhnya lelaki dan perempuan yang Muslim, lelaki dan perempuan yang Mukmin, lelaki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyu’, lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Surah Al-Ahzab: ayat 35)
Wallahu a’la wa a’lam.
Wanita Ahli Neraka dan Ciri - cirinya

Golongan Wanita Yang Di Siksa Dalam Neraka “Abdullah Bin Masud r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda : “Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah s.w.t. mencatat baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan memintakan ampunan baginya, dan Allah s.w.t. mengangkat seribu derajat untuknya.” (H.R. ABU MANSUR DIDALAM KITAB MASNADIL FIRDAUS)
Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut : Saya bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: “Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada malam aku di Israkan ke langit, saya melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis.”
Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah engkau lihat?” Beliau bersabda:
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongnya.
3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongnya.
4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.
5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.
6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.
7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.
8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.
9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.
10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.
Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, “Wahai ayahku, biji mata kesayanganku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu.” Rasulullah s.a.w. bersabda : “Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, kerana dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya.”
Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : “Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya.”
3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, kerana dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.
4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, kerana dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).
5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.
6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.
7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, kerana dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.
8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himmar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.
9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.
Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :
1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.
3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.
4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).
Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :
1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).
2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.
3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).
4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.
Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat. Diceritakan dari isteri Khumaid As-sa-idiy bahwa ia datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu berkata : “Hai Rasulullah sesungguhnya aku senang mengerjakan sholat bersamamu”. Beliau berkata : “Aku mengerti bahwa engkau senang mengerjakan sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu di tempat tidurmu itu lebih baik dari pada sholatmu dikamarmu dan sholatmu dikamarmu lebih baik dari solatmu dirumahmu dan sholatmu dirumahmu lebih baik daripada solatmu di mesjidku”. (Bagi lelaki sangat dituntut sembahyang berjemaah di mesjid)
Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya yang lebih disukai sholatnya perempuan oleh Allah ialah yang dilakukan pada tempat yang amat gelap dirumahnya”.
Diceritakan dari Aisyah r.a. : “Pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. duduk di masjid, tiba-tiba masuklah seorang perempuan dari suku Muzainah yang memakai pakaian yang terseret-seret ditanah untuk perhiasan pada dirinya di dalam masjid”. Maka Rasulullah S.A.W. bersabda : “Wahai manusia laranglah isteri-isterimu dari memakai perhiasan dan memperindah gaya berjalan di dalam masjid. Kerana sesungguhnya kaum Bani Israil itu tidak dilaknat hingga mereka memberi pakaian isteri-isteri mereka dengan pakaian perhiasan dan mereka berjalan dengan gaya sombong di dalam masjid”.
Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : “Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya redha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka.”
Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud : “Jihad seorang wanita ialah taatkan suami dan menghiaskan diri untuknya.”
Isteri tidak wajib taat perintah dan arahan suami, apabila perintah dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah S.W.T.
Imam Al-Ghazali menegaskan : “Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat.”
http://murabbiy.com/?p=104

Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. Baginda di iringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.
Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari ,baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka “Mungkin tersalah tempat”. Tetapi baginda menjawab “Tidak, di sinilah tempatnya”. Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam ke dalam laut untuk meninjau apa-apa yang pelik atau ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai apa-apa benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman “Apakah kamu menyelam sehingga dasar laut” Jawab Jin Ifrit “Tidak”. Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman.
Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik. Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi yang peliknya air tidak masuk ke dalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.
Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah. Baginda berangkat untuk melihat kubah tersebut, setelah menjenguk ke dalam di dapati ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sedar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajat kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejutnya apabila melihat orang ramai sedang berada di situ. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya “Dari manakan mereka ini dan bagaimana mereka datang?”. Pemuda itu merasa hairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati bahawa kubahnya telah berada di darat. Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang kerana diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.
Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia telah berkhidmat kepada kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya memanggilnya dan memaklumkan bahawa ibunya telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Bapanya telah berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.
Doa kedua dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Allah. Pada suatu hari ketika pemuda tersebut bersiar-siar di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut .
Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang di utuskan Allah. Malaikat itu memaklumkan bahawa kubah itu adalah kurniaan Allah kerana khidmatnya kepada orang tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama mana dia suka, segala makan dan minum akan dihidangkan pada bila-bila masa ia memerlukannya. Malaikat itu memaklumkan bahawa dia diperintahkan Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajat kepada Allah sehingga hari ini.
Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu “Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini” Pemuda itu menjawab “Saya tidak menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi”. Nabi Sulaiman menghitung “. Ini bermakna kamu telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun”. Nabi Sulaiman berkata “Rupa mu tidak berubah malah sentiasa muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya”. Nabi Sulaiman bertanya pemuda itu samada dia mahu pulang bersamanya”. Jawab pemuda tadi “Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini”. Nabi Sulaiman bertanya”Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu” Jawab pemuda itu “Ya, silalah hantar aku ke tempat asalku”. Nasi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ke tempat asalnya.
Setelah kubah tersebut diletakkan ke tempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya “Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa seksanya orang yang menderhaka kepada kedua ibu bapanya”. Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ke tempatnya dan bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib.
http://murabbiy.com/?p=2251
Ridha Allah bergantung Pada Ridho Orang Tua

Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya: “Redha Allah bergantung pada redha dua ibu bapa, dan murka Allah bergantung pada murka kedua-dua ibu bapa.”
(Riwayat al-Hakim)
HURAIAN:
Tanggungjawab anak terhadap kedua-dua ibu bapa terbahagi kepada dua iaitu tanggungjawab semasa mereka masih hidup dan tanggungjawab selepas mereka meninggal dunia.
Semasa kedua-dua ibu bapa masih hidup anak-anak hendaklah berbakti dan berbuat baik kepada mereka kerana ibu bapa adalah orang yang paling banyak berjasa kepada anak. Di antara adab yang mesti dipraktikkan sentiasa ialah berlemah lembut dan berbudi bahasa apabila berkomunikasi dengan mereka, berbelanja untuk keperluan ibu bapa dan menjaga mereka dengan sebaik-baiknya.
Manakala apabila kedua-dua ibu bapa telah meninggal dunia adalah menjadi tanggungjawab anak-anak untuk mendoakan kesejahteraan ibu bapa mereka, menzirahi pusara mereka, melaksanakan nazar mereka yang belum tertunai, menghubungkan silaturahim dengan sahabat handai ibu bapa, mengqadakan puasa yang terhutang, menunaikan haji sekiranya mampu, membaca al-Quran dan melunaskan hutang ibu bapa yang belum langsai semasa hayat mereka.
Sesungguhnya bagi setiap anak, meskipun telah mempunyai keluarga sendiri mereka wajib mentaati dan menghormati kedua-dua ibu bapa. Anak yang tidak mentaati kedua-dua ibu bapa dianggap sebagai anak yang derhaka sedangkan kesalahan menderhaka termasuk di kalangan dosa-dosa besar.
Setiap anak yang derhaka akan dilaknat oleh Allah S.W.T, amalan dan ibadah mereka tidak diterima dan tidak akan mendapat ganjaran yang memungkinkan perbuatan baik yang dilakukan sepanjang hayatnya akan sia-sia. Oleh itu Islam menitikberatkan keredaan kedua-dua ibu bapa agar hidup sentiasa diberkati Allah.
http://murabbiy.com/?p=2504
Laungan Azan Berkumandang 24 Jam di seluruh Dunia
SEJARAH AZAN
Terjemahan Azan secara harfiah:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah,
Aku bersaksi bahawa Muhammad Pesuruh Allah,
Marilah mengerjakan solah,
Marilah menuju kejayaan,
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Tiada Tuhan melainkan Allah.
Maksud kalimah-kalimah ini mengikut ulama adalah lebih luas daripada tujuh lautan tetapi secara ringkas ialah bahawa Allah mengatasi segala-galanya dan bahawa Tuhan hanyalah satu dan Muhammad adalah rasulnya. Lakukanlah solat untuk mendapat kejayaan di dunia dan akhirat. Bahawa Allah adalah di atas segala ciptaanNya dan bahawa Allah hanya satu.Dari segi sejarahnya, dikisahkan Azan mula diamalkan pada tahun pertama hijrah umat Islam dari Mekah ke Madinah pada abad ketujuh Masehi.
Mengikut Hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim daripada Ibnu Umar bin al-Khattab r.a. tiada orang yang menyeru atau melaungkan Azan ketika orang Islam berkumpul dan menunggu untuk mengerjakan sembahyang pada mula-mula umat Islam berhijrah ke Madinah.
Ini menyebabkan pada suatu hari Rasullullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat dan membincangkan cara mengingatkan umat Islam waktu solat telah masuk dan mengajak mereka ke masjid melakukan solat berjemaah.
Solat bagi umat Islam bukan sahaja sekadar menyembah Pencipta alam semesta tetapi juga merupakan ikrar mematuhi peraturan hidup yang ditetapkan olehNya di samping memohon petunjuk dan rahmatPada mesyuarat itu, ada yang mencadangkan supaya dikibarkan bendera, ada yang mengesyorkan ditiupkan serunai atau terompet dan ada juga yang mencadangkan supaya dibunyikan loceng, namun semua usul itu ditolak Nabi Muhammad s.a.w.
Umar kemudian mencadangkan supaya diteriakkan ayat “telah datang waktu solat” dan ini diterima Nabi, tetapi Baginda menukar lafaznya kepada “assolatu jamiaah” yang bererti “Marilah solat berjemaah”.
Sehinggalah pada suatu malam Abdullah bin Zaid bermimpi mengenai cara yang lebih baik untuk menghebahkan solat dengan mengumandangkan Allahhu Akbar (dan seterusnya…)Semasa diberitahu kepada Rasullullah s.a.w pada paginya, (Umar juga menyatakan bermimpi yang serupa), Baginda bersabda: “Mimpi itu mimpi yang benar”, maka Nabi memerintahkan Bilal bin Rabah melaungkan azan itu.Untuk solat Jumaat, Azan berkumandang sebanyak dua kali, kali pertama menandakan masuk waktu Zohor untuk memanggil orang Islam ke masjid dan kali kedua sejurus sebelum Imam memulakan Khutbah Jumaat.
Begitu juga Azan Subuh diamalkan semasa zaman Rasullullah s.a.w. dikumandangkan dua kali seperti yang dilakukan di Masjidil Haram — pertama selepas berlalunya separuh malam untuk memberitahu muslimin bahawa waktu Subuh sudah hampir dan waktu itulah mereka digalakkan bersembahyang sunat tahajjud dan sebagainya atau bersahur untuk berpuasa. Azan kedua diperdengar ketika masuk waktu Subuh dengan tambahan lafaz “as-salatu khayrun min an-naum (solat itu lebih baik daripada tidur).Selain untuk tujuan sembahyang, Azan sunat diamalkan untuk dibisikkan ke telinga bayi lelaki baru lahir atau suatu ketika dulu sebagai isyarat untuk memaklumkan kepada umat Islam waktu mudarat atau bahaya seperti bencana alam, kebakaran dan perang.
Namun yang menarik perhatian ialah keajaiban yang banyak dibincangkan termasuk di Internet bahawa Azan berkumandang 24 jam di seluruh dunia berdasarkan perbezaan waktu dan tempat.Ribuan bilal akan melaungkan seawal kira-kira 5.30 pagi, Azan Subuh yang bermula di bahagian timur, Indonesia dan proses itu akan bergerak ke barat kepulauan Indonesia dengan perbezaan waktu timur dan barat kepulauan Jawa adalah 90 minit.
Belum pun laungan Azan itu selesai di seluruh Indonesia, mengikut perkiraan, ia akan bergema di Malaysia, kemudian disambut di utara, di Myanmar, China dan seterusnya. Dalam tempoh satu jam bermulanya Azan Subuh di Jakarta, Azan akan bersahutan di Bangladesh dan bergema pula di India.Belum berakhir di Pakistan, laungan Azan Subuh akan dilaungkan di Afghanistan dan Oman.
Perbezaan waktu antara Muscat dan Baghdad, Iraq dianggarkan satu jam, maka dalam jangka masa ini juga Azan Subuh dikira akan dilaungkan di Emiriyah Arab Bersatu, di tanah suci Mekah dan Madinah dan negara-negara lain.Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik dalam jangka masa sembilan jam setengah, tetapi sebelum Azan Subuh bergema di situ, Azan Zohor sudah berkemundang di Indonesia semula.
Begitulah seterusnya bilal-bilal di serata pelusuk dunia akan sahut menyahut melaungkan keagungan Allah dan Nabi Muhammad s.a.w setiap detik, sepanjang waktu.
Sumber: http://halaqah.net/v10/index.php?page=98
Kebencian musuh-musuh Islam
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu tidak sesekali akan redha (bersetuju atau suka) kepadamu (wahai Muhammad) sehingga Engkau menurut millah (jalan, agama) mereka. Katakanlah (kepada mereka) : “Sesungguhnya petunjuk Allah (Islam) itulah petunjuk yang benar”. Dan sesungguhnya jika Engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran itu), maka Engkau tidak akan mendapat walau sedikit pun pimpinan (bimbingan) dan pertolongan daripada Allah.”
(Al-Baqarah : Ayat 120)
Melalui ayat tersebut, Allah swt telah memberikan peringatan kepada kita bagaimana sikap orang-orang kufar yang sebenar. Atas kebencian yang tersemat di dalam jiwa mereka, mereka sanggup lakukan apa sahaja untuk mengekang penyebaran Islam di seluruh dunia. Contohnya di Singapura, Azan tidak dibenarkan untuk dilaungkan melalui corong pembesar suara. Lain pun di Switzerland yang mana kerajaan mereka tidak membenarkan pembinaan menara-menara Masjid. Tidak cukup dengan itu, menteri kabinet Denmark secara terang mempersendakan serta menghina Rasulullah SAW melalui filem ‘fitna’. Tetapi apa yang menyedihkan, umat Islam sekarang semakin sibuk dengan urusan keduniaan, hanya memandang perkara sebegini sebagai masalah terpencil.
ps: Apakah cerita Tarzan yang melolong memanggil haiwan-haiwan di hutan adalah hasil kreativiti ‘seni hiburan’ hollywood merupakan satu simbolik bagi menghina laungan azan? Wallahualam.
http://murabbiy.com/?p=855
Terjemahan Azan secara harfiah:
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah,
Aku bersaksi bahawa Muhammad Pesuruh Allah,
Marilah mengerjakan solah,
Marilah menuju kejayaan,
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Tiada Tuhan melainkan Allah.
Maksud kalimah-kalimah ini mengikut ulama adalah lebih luas daripada tujuh lautan tetapi secara ringkas ialah bahawa Allah mengatasi segala-galanya dan bahawa Tuhan hanyalah satu dan Muhammad adalah rasulnya. Lakukanlah solat untuk mendapat kejayaan di dunia dan akhirat. Bahawa Allah adalah di atas segala ciptaanNya dan bahawa Allah hanya satu.Dari segi sejarahnya, dikisahkan Azan mula diamalkan pada tahun pertama hijrah umat Islam dari Mekah ke Madinah pada abad ketujuh Masehi.
Mengikut Hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim daripada Ibnu Umar bin al-Khattab r.a. tiada orang yang menyeru atau melaungkan Azan ketika orang Islam berkumpul dan menunggu untuk mengerjakan sembahyang pada mula-mula umat Islam berhijrah ke Madinah.
Ini menyebabkan pada suatu hari Rasullullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat dan membincangkan cara mengingatkan umat Islam waktu solat telah masuk dan mengajak mereka ke masjid melakukan solat berjemaah.
Solat bagi umat Islam bukan sahaja sekadar menyembah Pencipta alam semesta tetapi juga merupakan ikrar mematuhi peraturan hidup yang ditetapkan olehNya di samping memohon petunjuk dan rahmatPada mesyuarat itu, ada yang mencadangkan supaya dikibarkan bendera, ada yang mengesyorkan ditiupkan serunai atau terompet dan ada juga yang mencadangkan supaya dibunyikan loceng, namun semua usul itu ditolak Nabi Muhammad s.a.w.
Umar kemudian mencadangkan supaya diteriakkan ayat “telah datang waktu solat” dan ini diterima Nabi, tetapi Baginda menukar lafaznya kepada “assolatu jamiaah” yang bererti “Marilah solat berjemaah”.
Sehinggalah pada suatu malam Abdullah bin Zaid bermimpi mengenai cara yang lebih baik untuk menghebahkan solat dengan mengumandangkan Allahhu Akbar (dan seterusnya…)Semasa diberitahu kepada Rasullullah s.a.w pada paginya, (Umar juga menyatakan bermimpi yang serupa), Baginda bersabda: “Mimpi itu mimpi yang benar”, maka Nabi memerintahkan Bilal bin Rabah melaungkan azan itu.Untuk solat Jumaat, Azan berkumandang sebanyak dua kali, kali pertama menandakan masuk waktu Zohor untuk memanggil orang Islam ke masjid dan kali kedua sejurus sebelum Imam memulakan Khutbah Jumaat.
Begitu juga Azan Subuh diamalkan semasa zaman Rasullullah s.a.w. dikumandangkan dua kali seperti yang dilakukan di Masjidil Haram — pertama selepas berlalunya separuh malam untuk memberitahu muslimin bahawa waktu Subuh sudah hampir dan waktu itulah mereka digalakkan bersembahyang sunat tahajjud dan sebagainya atau bersahur untuk berpuasa. Azan kedua diperdengar ketika masuk waktu Subuh dengan tambahan lafaz “as-salatu khayrun min an-naum (solat itu lebih baik daripada tidur).Selain untuk tujuan sembahyang, Azan sunat diamalkan untuk dibisikkan ke telinga bayi lelaki baru lahir atau suatu ketika dulu sebagai isyarat untuk memaklumkan kepada umat Islam waktu mudarat atau bahaya seperti bencana alam, kebakaran dan perang.
Namun yang menarik perhatian ialah keajaiban yang banyak dibincangkan termasuk di Internet bahawa Azan berkumandang 24 jam di seluruh dunia berdasarkan perbezaan waktu dan tempat.Ribuan bilal akan melaungkan seawal kira-kira 5.30 pagi, Azan Subuh yang bermula di bahagian timur, Indonesia dan proses itu akan bergerak ke barat kepulauan Indonesia dengan perbezaan waktu timur dan barat kepulauan Jawa adalah 90 minit.
Belum pun laungan Azan itu selesai di seluruh Indonesia, mengikut perkiraan, ia akan bergema di Malaysia, kemudian disambut di utara, di Myanmar, China dan seterusnya. Dalam tempoh satu jam bermulanya Azan Subuh di Jakarta, Azan akan bersahutan di Bangladesh dan bergema pula di India.Belum berakhir di Pakistan, laungan Azan Subuh akan dilaungkan di Afghanistan dan Oman.
Perbezaan waktu antara Muscat dan Baghdad, Iraq dianggarkan satu jam, maka dalam jangka masa ini juga Azan Subuh dikira akan dilaungkan di Emiriyah Arab Bersatu, di tanah suci Mekah dan Madinah dan negara-negara lain.Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik dalam jangka masa sembilan jam setengah, tetapi sebelum Azan Subuh bergema di situ, Azan Zohor sudah berkemundang di Indonesia semula.
Begitulah seterusnya bilal-bilal di serata pelusuk dunia akan sahut menyahut melaungkan keagungan Allah dan Nabi Muhammad s.a.w setiap detik, sepanjang waktu.
Sumber: http://halaqah.net/v10/index.php?page=98
Kebencian musuh-musuh Islam
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu tidak sesekali akan redha (bersetuju atau suka) kepadamu (wahai Muhammad) sehingga Engkau menurut millah (jalan, agama) mereka. Katakanlah (kepada mereka) : “Sesungguhnya petunjuk Allah (Islam) itulah petunjuk yang benar”. Dan sesungguhnya jika Engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran itu), maka Engkau tidak akan mendapat walau sedikit pun pimpinan (bimbingan) dan pertolongan daripada Allah.”
(Al-Baqarah : Ayat 120)
Melalui ayat tersebut, Allah swt telah memberikan peringatan kepada kita bagaimana sikap orang-orang kufar yang sebenar. Atas kebencian yang tersemat di dalam jiwa mereka, mereka sanggup lakukan apa sahaja untuk mengekang penyebaran Islam di seluruh dunia. Contohnya di Singapura, Azan tidak dibenarkan untuk dilaungkan melalui corong pembesar suara. Lain pun di Switzerland yang mana kerajaan mereka tidak membenarkan pembinaan menara-menara Masjid. Tidak cukup dengan itu, menteri kabinet Denmark secara terang mempersendakan serta menghina Rasulullah SAW melalui filem ‘fitna’. Tetapi apa yang menyedihkan, umat Islam sekarang semakin sibuk dengan urusan keduniaan, hanya memandang perkara sebegini sebagai masalah terpencil.
ps: Apakah cerita Tarzan yang melolong memanggil haiwan-haiwan di hutan adalah hasil kreativiti ‘seni hiburan’ hollywood merupakan satu simbolik bagi menghina laungan azan? Wallahualam.
http://murabbiy.com/?p=855
Kisah Fatimah Az-Zahrah rha dengan Giligan Gandum
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anakandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anakandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”. Fathimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan anakanda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘aliy (suaminya) mencarikan anakanda seorang jariah untuk menolong anakanda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”. Mendengar perkataan anakandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun nescaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (ertinya)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az- zahra di dalam syurga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada anakandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, nescaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahawa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang- orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.
Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa- dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakaratulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.
http://murabbiy.com/?p=2386
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun nescaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (ertinya)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az- zahra di dalam syurga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada anakandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, nescaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahawa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang- orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.
Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa- dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakaratulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.
http://murabbiy.com/?p=2386
Langganan:
Postingan (Atom)
