Rabu, 25 Mei 2011

Kisah Sahabat Rasulullah (2) :: Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ::

OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN PADA MASA WAHYU

Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan…

Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya.


Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah “hadits”, dengan menggunakan kata-kata: — “Berkata Abu Hurairah… ”

Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw. menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:’)

Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya……

******

Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum’at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw ……” Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi·saw. jarang diperoleh bandingannya … Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang paling mampu membawa anda ke hari-hari kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut……

Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan…..

Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: -

“Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin …. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku · · ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian …. Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!”

***** *

Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai’at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur …. Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: “Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran… !’

*****

Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.

Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak….
Ahli fiqih, juru da’wah dan para guru juga tidak sedikit ….

Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.

Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar….

*****

Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.

Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus….

Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do’a Rasul “”·, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.

Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian ….

****

Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan …. Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap….

Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul’Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya ….

Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: “Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw…. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen …dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan…

Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau:

“Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang telah didengarya dari padaku,.. !”

Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya … ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !”

Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw.

Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.
Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat….

Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya … !

Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya … hingga pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar berkata kepadanya: “Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari Rasulullah! Bila tidak, maka akan kukembalikan kau ke tanah Daus… !” (yaitu tanah kaum dan keluarganya).

Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran….

Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya’ cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi … !

Oleh karena ini, Umar berpesan: “Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…”‘·. Dan katanya lagi : “Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!”

Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy’ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: — ‘Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!”

Al-qur’an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam…..

Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.

Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya….

******

Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka’ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.

*****

Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..!

Ia berkata tentang dirinya: — “Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; “. Dan Imam Syafi’i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: — “la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya”. Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: –”Ada delapan ratus orang atau lebih dari shahabat tabi’in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah”.

Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya ….

Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya… ” Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!

Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .!

Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam …. Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya…

Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul….Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:

Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: –”Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du’akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….”

Maka Rasulullah saw. berdu’a: “Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!”

Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du’a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: “Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu… !”

Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh

Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: “Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du’a anda …, Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam … “. Kemudian kataku pula: “Ya Rasulallah, mohon anda du’akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu’min, baik laki-laki maupun perempuan!” Maka Rasul berdu’a: “Ya Allah, mohon engkau jadikan hambu-Mu ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan …!”

*****

Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid … tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara’! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah……Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu’minin Umar: — Kata Umar: - “Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?’· Jawabku;. “Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !’·- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? — Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan …. Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)… !

Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu’a: “Ya Allah, ampunilah Amirul Mu’minin

Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: — “Kenapa, apa sebabnya?” Jawab Abu Hurairah: “Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul… !”

Kemudian katanya lagi: “Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih … !”

Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah …. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu’akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu,

Semoga Engkau pun demikian … !” Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.

Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi’, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan … ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia……..

Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: “Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: ·’Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang

selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar “Bapak Kucing”, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!

http://wandono.blog.unair.ac.id/kisah-sahabat-rasulullah-2-abu-hurairah-radhiallahu-anhu.html#more-75

Saat Anak Suka Membantah …

Ada satu masa di mana anak suka mengatakan dan melakukan hal yang berlawanan dengan keinginan orangtua. Bagaimana kita menyikapinya secara bijaksana agar anak tidak menjadi terbiasa membantah?

Raihan, 4 tahun, kini suka sekali membantah orangtuanya. Bila diingatkan untuk mandi, ia malah minta bermain. Bila ia diminta untuk makan, ia malah menggambar. Bahkan Raihan suka sekali mengatakan ‘tidak’ terhadap ayah dan ibunya jika dimintai tolong untuk melakukan sesuatu.

Misalnya, ketika berkunjung ke rumah nenek, ibunya meminta Raihan untuk menyalami nenek dan kakeknya, tapi Raihan malah ngeloyor ke dapur sambil berkata, “Nggak mau, nggak mau…” Tentu saja ini membuat ayah dan ibunya bingung dengan tingkah laku Raihan.

Evi Elviati, Psi. Psikolog yang bekerja pada Essa Consulting Group mengatakan, membantah berarti menentang lingkungan sosial. Beberapa bentuk bantahan adalah mengatakan hal yang berlawanan dengan keinginan orangtua atau guru, tidak mengikuti aturan, mengerjakan larangan, melawan, protes dan mengkritik. Setiap anak pernah membantah dan menolak aturan orangtua. Bila membantah tidak terlalu sering dilakukan, itu merupakan hal yang wajar karena menunjukan adanya perkembangan kemandirian atau berkeinginan mengatur dirinya sendiri. Tapi, bila anak sering membantah dan tetap membantah jika diingatkan, maka orangtua harus mewaspadainya sebagai salah satu permasalahan dalam perkembangan anak.

Umumnya hal itu mulai terjadi sejak anak berusia 2 tahun, sebab pada saat itu anak mulai berusaha menerapkan otonomi bagi dirinya. Dengan berbagai macam cara, anak ingin mencoba batasan dan otoritas orangtuanya, sementara orangtua lebih memilih untuk bertahan. Pergumulan ini akan berlangsung hingga anak menginjak usia remaja. Menghadapi bantahan anak, orangtua sebenarnya dapat melihatnya dari sisi positif, yaitu dengan memberikan respon yang benar dari tindakan yang terkesan negatif dan keras kepala.

Menghadapi situasi ini, orangtua cenderung menggunakan kekuasaanya secara penuh dan berlebihan, hal ini akan membuat anak tidak berdaya. Akibatnya anak akan menentang atau lari, untuk memperoleh kekuasaannya dengan cara memberontak dan merusak. Sebaliknya, ia bisa jadi akan menyerah dengan membiarkan orang lain membuat keputusan. Mengapa anak suka membantah?

Menurut Evi banyak penyebabnya antara lain, 1. Anak melihat contoh dari lingkungan sekitarnya. Misalnya ia melihat kakaknya sering membantah orangtua. 2. Anak selalu diminta untuk melakukan hal-hal diluar kemampuannya, misalnya anak disuruh mengambil buku di atas rak, padahal anak tidak mampu melakukannya, hal itu mengakibatkan anak membantah perintah orang tua. 3. Anak memiliki keinginan yang berbeda dengan orangtua, misalnya orangtua menyuruhnya mandi padahal anak masih ingin bermain.

Menurut Irwan Prayitno dalam bukunya yang berjudul ‘anakku penyejuk hati’. Yang menyebabkan anak membantah adalah,

a. Akibat penerapan disiplin yang longgar dan ketidakmampuan orangtua untuk mengatakan ‘tidak’ pada anak.

b. Disiplin yang berlebihan, otoriter, perfeksionis dan terlalu mendominasi.

c. Akibat disiplin yang tidak konsisten. Misalnya, ibu akan mengingatkan bila anak tidak gosok gigi sebelum tidur, namun ayah membiarkannya saja.

d. Akibat situasi stress atau konflik yang sedang dihadapi orangtua.

e. Terjadi pada anak kreatif, yang tidak ingin membeo dan hanya ingin melakukan apa yang ia inginkan.

f. Akibat marah dan kecewa pada orangtua atau anggota keluarga.

g. Terjadi pada anak cerdas dan biasanya suka membantah, namun mereka tahu konsekuensi dari tingkah lakunya.

h. Anak yang lelah, sakit, lapar, atau perasaan tidak enak lainnya.

Evi menambahkan, perilaku membantah bisa muncul di semua jenjang usia, biasanya mulai muncul pada saat anak mampu merangkai kata-kata yaitu sekitar 2 tahun. Dan mulai sering ketika anak usia pra sekolah, SD hingga menjelang pra remaja. Kapanpun anak suka membantah, yang penting bagaimana mencegahnya, agar tidak menjadi kebiasaan.

“Sayangnya, dalam menangani masalah ini orangtua cenderung mencari jalan singkat dengan memarahi anak. Padahal itu justru akan membuat anak mempertahankan perilakunya,” jelasnya.

Evi mengungkapkan cara terbaik untuk mengatasinya, pertama dengan membuka komunikasi dengan anak, untuk mengetahui penyebab dan alasan mengapa anak mempertahankan pendapatnya, sehingga orangtua dapat menemukan jalan keluarnya bersama-sama. Misalnya, anak menolak pekerjaan rumah di sore hari. setelah dilakukan dialog, ternyata anak ingin mengerjakannya setelah nonton film Loone Tunes. Dengan begitu orangtua dapat mengaturnya, tanpa harus perang mulut dengan anak.

Kedua, menerapkan disiplin yang konsisten, menyenangkan dan terbuka. Artinya selain anak yang diminta untuk mentaati aturan, orangtua pun harus konsisten dengan aturan yang ditetapkan bersama. Orangtua harus membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh anak.

Ketiga, ciptakan suasa yang menyenangkan dalam keluarga, karena stress dan konflik yang terjadi pada orangtua, akan mengurangi penghargaan anak pada orangtua, antara lain munculnya perilaku yang negatif. Sekali lagi proses pembenahan itu berawal dari kita sebagai orang tua.

http://wandono.blog.unair.ac.id/saat-anak-suka-membantah.html#more-19

Manfaat Sujud bagi pernafasan manusia…

MUNGKIN ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud. Pada hal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah S.w.t. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau akal manusia.

Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika bersolat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah S.w.t. dan menjauhi larangannya. Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dengan Allah S.w.t. dan mereka menggalakkan kita bersujud lebih lama.

Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya. Bernafas ketika sujud pula boleh :-

- membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.
- membetulkan pundi peranakan yang jatuh.
- melegakan sakit hernia. (burut)
- mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
- melegakan paru-paru daripada ketegangan.
- mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa.
- kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan

bahagian belakang tubuh.
- meringankan bahagian pelvis.
- memberi dorongan supaya mudah tidur.
- menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan

bangun daripada sujud.
- pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatic

memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik.
- bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah

berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.
- mengurangkan kegemukan.
- pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah

kembali ke tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut (convulsions).
- organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
- mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak

secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya.

Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan Kita merasa rendah diri di hadapan Yang Maha Pencipta sekali gus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya. Dari segi perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan Migrain, menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentaliti seseorang.

Menurut kajian, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna. !

Insya Allah …


http://wandono.blog.unair.ac.id/manfaat-sujud-bagi-pernafasan-manusia.html

Menguap Penting Bagi Kesehatan Otak

Bagi kita, menguap adalah suatu hal yang wajar akibat dari kelelahan dan rasa kantuk. Namun menurut para ilmuwan, menguap menyimpan banyak rahasia yang masih perlu diteliti dan diungkap. Dalam beberapa tahun terakhir, menguap telah dipercaya mampu mengurangi kecemasan dan ketegangan secara efektif.
Penelitian pada scan otak baru-baru ini, menunjukkan bahwa menguap mampu membangkitkan aktifitas neural pada bagian otak yang berfungsi menghasilkan kesadaran sosial dan menciptakan perasaan empati. Bagian otak tersebut adalah precuneus, bagian kecil yang tersembunyi dalam lipatan lobus parietalis, yang berperan sentral dalam kesadaran, refleksi diri, dan pengambilan memori. Pada bagian ini juga yang paling sering dan paling parah terserang penyakit yang berkaitan dengan usia.
Menurut Andrew Newberg, direktor Penn’s Center for Spirituality and the Mind, menguap harus diintegrasikan ke dalam latihan dan program-program pengurangan stress, kognitif dan latihan peningkatan memori, psikoterapi, dan kontemplatif spiritual. Dan, karena precuneus baru-baru ini telah dikaitkan dengan sistem neuron di otak (yang memungkinkan kita untuk beresonansi dengan perasaan dan perilaku orang lain), menguap diyakini dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran sosial, belas kasih, dan komunikasi efektif dengan orang lain. Namun hal ini sulit untuk dipopulerkan, karena adanya stigma yang tak dapat dijelaskan dalam masyarakat yang menyiratkan bahwa tidak sopan untuk menguap, dan kebanyakan dari kita diajarkan hal ini ketika kita masih kecil.
Menguap tidak hanya membuat anda relaks, tapi juga membawa anda ke dalam keadaan dengan kesadaran kognitif yang tinggi. Siswa menguap di kelas, belum tentu karena guru yang membosankan tetapi karena otak berusaha mengusir kantuk, dengan demikian membantu otak tetap fokus pada konsep-konsep dan ide-ide penting. Ini mengatur kesadaran diri kita, dan membantu kita menjadi lebih introspektif dan sadar diri.
Menguap, merupakan sebuah mekanisme untuk kewaspadaan, dimulai pada janin dalam 20 minggu pertama setelah pembuahan. Ini membantu mengatur irama sirkadian bayi yang baru lahir, dan ini menambah bukti bahwa menguap terlibat dalam pengaturan proses bangun dan tidur. Karena ritme sirkadian menjadi tidak sinkron ketika siklus tidur normal terganggu, menguap membantu mereset otak untuk mengatur kembali rasa kantuk. Menguap mungkin juga bisa mencegah efek jet lag dan mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh ketinggian.
Selain mengaktifkan precuneus, menguap juga mengatur suhu dan metabolisme otak. Dibutuhkan banyak energi saraf untuk tetap sadar waspada, dan saat bekerja otak menjadi kurang energi efisien. Menguap mungkin sebagai cara untuk mendinginkan otak yang terlalu aktif, terutama di daerah lobus frontal. Beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa itu adalah suatu bentuk primitif empati.
Anjing menguap sebelum menyerang, atlet Olimpiade menguap sebelum berlomba, dan ikan menguap sebelum beraktifitas. Bahkan ada bukti bahwa menguap membantu individu militer melakukan tugas menembak dengan akurasi yang lebih besar. Menguap mungkin menjadi salah satu mekanisme yang paling penting untuk mengatur perilaku yang berhubungan dengan kelangsungan hidup pada mamalia. Jadi jika anda ingin menjaga otak sehat secara optimal, sangatlah penting bagi anda untuk menguap. Memang benar bahwa menguap berlebihan dapat menjadi tanda bahwa terjadi kelainan neurologis (seperti migrain, multiple sclerosis, stroke, atau reaksi obat). Namun para peneliti menduga bahwa menguap mungkin akibat dari otak yang berupaya untuk menghilangkan gejala dengan menyesuaikan fungsi saraf.
Banyak zat kimia saraf yang terlibat dalam aktifitas menguap, termasuk dopamin, yang mengaktifkan produksi oksitosin dalam hipotalamus dan hipokampus, area penting untuk daya ingat, kontrol, dan pengaturan suhu. Neurotransmiter ini mengatur kenikmatan, sensualitas, dan hubungan antara individu-individu. Zat kimia saraf dan molekul lain yang terlibat dengan menguap adalah asetilkolin, nitrat oksida, glutamat, GABA, serotonin, ACTH, MSH, hormon seksual, dan opium derivate peptida. Pada kenyataannya, sulit untuk menemukan aktivitas lain yang berpengaruh positif begitu banyak pada fungsi otak.
Peneliti menyarankan menguap sebanyak mungkin dalam sehari, ketika bangun tidur, ketika menghadapi masalah yang sulit di tempat kerja, ketika akan tidur, dan setiap kali merasa marah, gelisah, atau stres. Menguap sebelum memberikan pidato penting, sebelum mengikuti tes, dan menguap ketika bermeditasi atau berdoa akan mengintensifkan pengalaman rohani.
Sekarang anda coba menguap sebanyak mungkin yang anda bisa, dan anda akan merasakan efek menguap secara langsung. Mata anda mungkin mulai berair dan hidung mungkin mulai agak lancar bernafas, juga anda akan merasa sangat santai dan sangat waspada.

http://fitzania.com/menguap-penting-bagi-kesehatan-otak/

Rabu, 30 Maret 2011

TAFAKUR

1. TAFAKKUR
Tafakur artinya kegiatan berfikir, memikirkan atau merenungi secara mendalam. Tafakur berarti bagaimana kita sebagai hamba Allah selalu memikirkan, merenungi akan kekuasaan Allah yang meliputi langit bumi beserta seluruh ciptaan-Nya ini, tidak hanya melalui akal semata tetapi juga disertai dengan zikir & fikir dihati.

Bertafakur bukanlah berkhayal dan berangan-angan kosong, bukan memikirkan keduniaan yang tak pernah habis. Tapi mengarahkan kita untuk memikirkan semua fenomena alam dan kaitannya dengan keimanan. Itulah tafakur yang akan mempunyai pengaruh pada kebersihan hati. Tafakur adalah berfikir jauh menerawang dan menerobos alam dunia kedalam alam akhirat, dari alam ciptaan-Nya menuju kepada sang Khalik.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”. (Ali Imran:190-191)

2. Objek Tafakur

Tafakur dimulai dari yang terdekat dengan kita : Menafakuri diri sendiri
Ruang lingkup tafakur amatlah luas, meliputi bumi langit beserta seluruh isinya bisa di jadikan sebagai objek tafakur. Namun demikian, Allah Swt tidak pernah menyulitkan makhluk-Nya. Hal apapun yang diperintahkan Allah atas makhluk-Nya, selalu di sertai dengan petunjuk atau jalan yang bertujuan untuk selalu memberi kemudahan kepada hambanya.

Dalam hal bertafakur, Allah memberi jalan seperti yang tertuang di dalam Alqur’an surah Adz-Dzariyat (51) : 27 :“Dan pada dirimu sendiri apakah kamu tidak memperhatikan?”, atau surah Adz-Dzariyat (51) : 20-21.

Jadi objek tafakur yang paling dekat dengan kita adalah menafakuri diri kita sendiri. Ini sangat besar manfaatnya, karena hal ini merupakan sumber pengetahuan yang akan mengantarkan diri mengenal Allah (Marifatullah) sebagai Zat yang menciptakan kita. Dalam menafakuri diri kita, kita bisa napak tilas ke belakang saat kita belum dilahirkan. Bagaimana Allah menciptakan kita seperti kita sekarang ini, ada yang menjadi pengusaha, ustadzah, ibu rumah tangga, dokter dan lain sebagainya.

Bukankah asal mula kita di ciptakan Allah dari setetes mani, Surah Qiyamah 37-38 : Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan kedalam rahim. Kemudian mani itu menjadi segumpal darah/suatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya. Firman Allah lainnya yang berkaitan tentang asal muasal manusia ini terdapat juga di dalam surah, Abasa: 17-22. Ar-Rum:20. Al-Mursalat:20-22. Yasin :77. Al-Insan : 2. Al-Mu’minun:12-14.

Maka mari renungkan diri kita berpuluh puluh tahun yang lalu, saat kita masih belum dilahirkan kedunia ini, atau saat kita masih berbentuk setetes air mani yang dihasilkan dari buah kasih kedua orang tua kita. Lalu bagaimana proses dari setetes mani itu menjadi segumpal darah atau janin dalam rahim ibu kita, kemudian janin tersebut terus berproses dan berkembang menjadi seorang bayi yang siap di lahirkan. Sampai akhirnya kita tumbuh dewasa seperti saat ini, semua itu merupakan objek tafakkur yang menjadi bukti nyata akan keajaiban, kebijaksanaan dan keagungan Allah swt.

Objek Alam Semesta

“Sekadar aku keluar dari rumah dan apa yang tertangkap oleh mataku, pasti aku melihat bahwa ada nikmat Allah atasku dari apa yang ku lihat. Dan dari sana aku memetik pelajaran untuk ku (Abu Sulaiman Ad Darani seorang shalih dari generasi Tabiin)

Bila kita telah selesai mentafakuri keagungan Allah atas apa yang ada di diri kita, maka kita bisa mulai mentafakuri ciptaan Allah lainnya, yang bermilyar bahkan trilyunan jumlahnya atau bahkan tak terbatas jumlahnya, meliputi tumbuhan, daratan, laut, udara bahkan semua ciptaan yang ada di angkasa raya, meliputi bintang, bulan, matahari dan lain sebagainya. Semesta kreasi Allah SWT yang sempurna dengan berbagai hukumnya yang banyak tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia, pasti tidaklah muncul dengan sendirinya.

Waktu Tafakur
Waktu untuk melakukan tafakur bisa kapan saja dan dimana saja, firman Allah dlm surah Ali Imran:191 “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”.

Tetapi waktu tafakur yang paling afdal adalah saat tengah malam. Berzikir di suasana lengang, hening, sunyi senyap, dan disaat saat kesendirian kita, bisa membawa kita ke suasana syahdu hingga bisa menciptakan suasana romantisme antara seorang hamba dan sang Khaliknya.

Tujuan/Manfaat Tafakur sekaligus kesimpulan

Tafakur dilakukan oleh seorang hamba bertujuan dalam rangka mengenal ma’rifatullah kepada Zat Allah, sifat-sifatnya serta nama-namaNya. Diriwayatkan Ibunu Abbas bahwa suatu hari Rasul SAW menemui suatu kaum yang sedang bertafakur. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak berkata kata? “Mereka menjawab, “Kami sedang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT.”

Beliaupun bersabda, “Kalau begitu lakukanlah. Pikirkanlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan memikirkan Zat-Nya, karena kamu tidak akan sanggup memikirkannya”. Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaannya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya.

Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Allah dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Allah, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Khalik-Nya.

Jika kita merutinkan tafakur, maka akan muncul kesempuranaan dalam keberagamaan kita. Siapa saja yang melakukannya dengan baik, maka ia akan beroleh kebaikan yang besar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, tidak ada ibadah yang sepenting tafakur. Sebab tafakur itu pelita kalbu. Bila ia pergi, tiada cahaya yang menerangi. Tafakur akan menjadikan hatimu hidup, sinarnya akan menerangi seluruh jiwa dengan keimanan dan keyakinan

Takut kepada Allah adalah salah satu bentuk ibadah yang tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian orang-orang mukmin, padahal itu menjadi dasar beribadah dengan benar. Firman Allah Ta'ala: "Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kalian kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman".(Ali 'Imran 175).

Tanda-tanda takut kepada Allah:

1. Pada lisannya Seseorang yang takut kepada Allah mempunyai kekhawatiran atau ketakutan sekiranya lisannya mengucapkan perkataan yang mendatangkan murka Allah. Sehingga dia menjaganya dari perkataan dusta, ghibah dan perkataan yang berlebih-lebihan dan tidak bermanfaat. Bahkan selalu berusaha agar lisannya senantiasa basah dan sibuk dengan berdzikir kepada Allah, dengan bacaan Al Qur'an, dan mudzakarah ilmu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya: "Barangsiapa yang dapat menjaga (menjamin) untukku mulut dan kemaluannya, aku akan memberi jaminan kepadanya syurga".(HR. Al Bukhari).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu (perkataan) yang tidak berguna". (HR. At Tirmidzi). Kemudian dalam riwayat lain disebutkan, artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik, atau (kalau tidak bisa) maka agar ia diam".(HR. Al Bukhari dan Muslim).

Begitulah, sesungguhnya seseorang itu akan memetik hasil ucapan lisannya,
maka hendaklah seorang mukmin itu takut dan benar-benar menjaga lisannya.

2. Pada perutnya Orang mukmin yang baik tidak akan memasuk kan makanan ke dalam perutnya kecuali dari yang halal, dan memakannya hanya terbatas pada kebutuhannya saja. Firman Allah Ta'ala: Artinya: "Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian lain diantara kamu dengan jalan yang batil".(Al Baqarah: 188).

Ibnu Abbas menjelaskan, memakan dengan cara batil ini ada dua jalan yaitu; Pertama dengan cara zhalim seperti merampas, menipu, mencuri, dll. Dan Kedua dengan jalan permainan seperti berjudi, taruhan dan lainnya. Harta yang diperoleh dengan cara haram selamanya tidak akan menjadi baik/suci sekalipun diinfaqkan di jalan Allah.

Sufyan Ats-Tsauri menjelaskan, : "Barangsiapa menginfaq kan harta haram (di jalan Allah) adalah seperti seseorang mencuci pakaiannya dengan air kencing, dan dosa itu tidak bisa dihapus kecuali dengan cara yang baik".
Bahkan dijelaskan dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyatakan, setiap jasad (daging) yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih pantas untuknya.

Jadi, itulah urgensi memperhatikan jalan mencari harta. Sudahkah kita takut kepada Allah dengan menjaga agar jangan sampai perut kita dimasuki harta yang diharamkan Allah ?

3. Pada tangannya Orang mukmin yang takut kepada Allah akan menjaga tangannya agar jangan sampai dijulurkan kepada hal-hal yang diharamkan Allah seperti; (sengaja) menyentuh wanita yang bukan muhrim,berbuat zhalim, aniaya. Dan tidak bermain dengan alat-alat permainan syetan seperti alat perjudian.

Orang mukmin selalu menggunakan tangannya untuk melakukan ketaatan, seperti bershadaqah, menolong orang lain (dengan tangannya) karena dia takut di akhirat nanti tangannya akan berbicara di hadapan Allah tentang apa yang pernah dilakukan-nya, sedangkan anggota badannya yang lain menjadi saksi atasnya.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala: Artinya: "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan".(Yasin: 65).
Bahkan salah seorang ulama salaf berkata; "Sekiranya kulit saya ditempeli bara api yang panas, maka itu lebih aku sukai daripada saya harus menyentuh perempuan yang bukan muhrim".

Itulah gambaran orang mukmin sejati yang takut kepada Allah di dalam menggunakan tangannya. Maka bagaimanakah dengan kita?

4. Pada penglihatannya Penglihatan merupakan nikmat Allah Ta'ala yang amat besar, maka musuh Allah yaitu syetan tidak senang kalau nikmat ini digunakan sesuai kehendak-Nya. Orang yang takut kepada Allah selalu menjaga pandangannya dan merasa takut apabila memandang sesuatu yang diharamkan Allah, tidak memandang dunia dengan pandangan yang rakus namun me-mandangnya hanya untuk ibrah (pelajaran) semata.

Pandangan merupakan panah api yang dilepaskan oleh iblis dari busurnya, maka berbahagialah bagi siapa saja yang mampu menahannya. Allah berfirman: Artinya: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman; "Hendaklah mereka menahan pandangan-nya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".(An Nur: 30).

Jika kita teliti banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran yang merajalela, seperti; perzinaan dan pemerkosaan, salah satu penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang menahan pandangannya. Sebab, sekali seseorang memandang, lebih dari sepuluh kali hati membayangkan.Maka, sudahkah kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan menahan pandangan kepada sesuatu yang diharamkanNya?

5. Pada pendengarannya Ini perlu kita renungi bersama, sehingga seorang mukmin akan selalu menjaga pendengarannya untuk tidak mendengarkan sesuatu yang diharamkan Allah, seperti nyanyian yang mengundang birahi beserta irama musiknya, dll.

Firman Allah Ta'ala: Artinya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai tanggung jawabnya". (Al Israa': 36).Dan seorang mukmin akan menggunakan pendengarannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

6. Pada kakinya Seseorang yang takut kepada Allah akan melangkahkan kakinya ke arah ketaatan, seperti mendatangi shalat jama'ah, majlis ta'lim dan majlis dzikir. Dan takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat serta menyesal bila terlanjur melakukannya karena ingat bahwa di hari kiamat kelak kaki akan berbicara di hadapan Allah, ke mana saja kaki melangkah, sedang bumi yang dipijaknya akan menjadi saksi.

Firman Allah Ta'ala: Artinya: "Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan". (Yaasin: 12).

Asbabun nuzul ayat ini adalah : bahwa seorang dari Bani Salamah yang tinggal di pinggir Madinah (jauh dari masjid) merencanakan untuk pindah ke dekat masjid,maka turunlah ayat ini yang kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa bekas langkah (telapak) menuju masjid dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh.

Semua bekas langkah kaki akan dicatat oleh Allah ke mana dilangkahkan, dan tidak ada yang tertinggal karena bumi yang diinjaknya akan mengabarkan kepada Allah tentang apa, kapan, dan di mana seseorang melakukan suatu perbuatan. Jika baik maka baiklah balasannya, tetapi jika buruk maka buruk pula balasannya. Ini semua tidak lepas dari kaki yang dilangkahkan, maka ke manakah kaki kita banyak dilangkahkan ?

7. Pada hatinya Seorang mukmin akan selalu menjaga hatinya dengan selalu berzikir dan istighfar supaya hatinya tetap bersih, dan menjaganya dari racun-racun hati.

Seorang mukmin akan takut jika dalam hatinya muncul sifat jahat seperti buruk sangka, permusuhan, kebencian, hasad dan lain sebagainya kepada mukmin yang lain. Karena itu semua telah dilarang Allah dan RasulNya dalam rangka menjaga kesucian hati. Hati adalah penentu, apabila ia baik maka akan baik seluruh anggota tubuh, tetapi apabila ia jelek maka akan jeleklah semuanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati".(HR. Riwayat Al Bukhari dan Muslim).

Maka pernahkah kita merasa takut bila hati kita menjadi gelap? Bahkan kita selalu merasa bahwa hati kita sama sekali tidak ada kejelekannya? Naudzubillah. Dari ini semua sudahkah kita termasuk orang yang takut kepada Allah ?

Maraji': Tazkiyatun Nafs, Ibnu Rajab Al Hambali dan Ibnu Qayyim.

http://permaisuriku.multiply.com/reviews/item/2

Keutamaan diam

Saya menyingkat kalimat “Dahulukan Islam di Atas Mazhab” menjadi DIAM. Ttulisan ini tidak membicarakan keutamaan DIAM, tapi keutamaan diam dalam arti harfiah. Ada sebuah ungkapan terkenal yang mengatakan:

إذ كان الكلام من فضة فالسكوت من ذهب

“Jika berbicara itu perak, maka diam adalah emas.”

Meski diam memiliki keutamaan, bukan berarti semua diam juga memiliki keutamaan. Ada tiga jenis diam yang dijelaskan oleh Khalil Al-Musawi dalam bukunya Kaifa Tatasharruf bi Hikmah, yakni:

* Diam karena berpikir dan hikmah
* Diam dari amar makruf nahi mungkar
* Diam yang merupakan penyakit

Dari ketiga jenis diam di atas, hanya diam jenis pertama yang memiliki keutamaan. Diamnya orang yang berpikir adalah mengendalikan akalnya agar memperoleh hikmah serta menjaga lisannya untuk mengucapkan hikmah. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Diam merupakan di antara pintu-pintu hikmah.”

Contoh nyata diam yang memiliki hikmah adalah diamnya Allamah Thabathabai, penulis Tafsîr Al-Mîzân. Banyak orang bercerita, salah satunya murid beliau yang bernama Syekh Taqi Misbah, bahwa sedikit orang yang mengetahui kedalaman ilmu Allamah, karena di majelis ia banyak diam. Jika tidak ditanya, ia tidak akan berbicara. Tetapi ketika ia berbicara, barulah seluruh perhatian orang-orang tercurah kepadanya.

Mungkin inilah maksud dari ucapan Rasulullah saw., “Jika engkau melihat seorang mukmin diam, maka dekatilah. Karena dia akan menyampaikan hikmah.” (Mîzân Al-Hikmah, jil. 5, hlm. 436). Sayidina Ali bin Abi Thalib as. mengatakan, “Sesungguhnya sedikit bicara adalah kebaikan bagi dirinya, dan banyak bicara adalah dibenci. Tidak akan tergelincir orang yang diam, dan tidak ada yang diperoleh dari orang yang banyak bicara kecuali ketergelinciran.”

Sedangkan diam yang kedua, yaitu diam dari amar makruf nahi mungkar, jelas sangat berbahaya. Ketika kejahatan dan kezaliman semakin meluas, seorang ulama memiliki peran penting, karena (seharusnya) ucapan ulama diikuti oleh orang banyak. Ketika pemimpin pemerintahan bertindak zalim, ulama harus melawan minimal dengan ucapannya. Rasulullah bersabda, “Jihad yang paling utama adalah berkata benar di hadapan penguasa zalim.”

Diam yang ketiga, yakni karena penyakit atau malu, bisa disebabkan tiga faktor; keturunan, pendidikan, atau lingkungan. Namun ini semua masih bisa diubah jika seseorang menginginkannya. Beberapa teman mengatakan saya pendiam. Namun semoga diamnya kita semua merupakan bagian memikirkan kekuasaan Allah. Wallahualam.

http://ejajufri.wordpress.com/2009/01/17/keutamaan-diam/

menangis yang bermanfaat

MENANGIS YANG BERMANFAAT

Orang-orang yang mencintai Allah spenuh hati selalu menangis mengenang dosanya. Ada bermacam-macam tangisan orang sholeh.
1. Tangisan karena malu, (Nabi Adam)
2. Tangisan karena kesalahan, (Nabi Daud)
3. Tangisan karena takut, (Nabi Yahya)
4. Tangisan karena kehilangan, (Nabi Ya’kub)
5. Tangisan karena merasa kehebatan-Nya, contohnya tangisan para Nabi as sesuai dengan firman-Nya yg bermaksud :

“Apabila di bacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan yang Maha Pengasih, mereka merebah tunduk dan sujud sambil menangis”.

Nabi Syu’aib menangis sampai buta karena rindu dan cinta kepada Allah, kemudian di keembalikan kepadanya penglihatannya, lalu dia menangis lagi sehingga buta matanya, berurutan sampai tiga kali. Maka Allah menyerukan kepadanya :

“Hai Syu’aib! Sesungguhnya tangisanmu itu jika karena takut akan api neraka, maka Aku telah membebaskanmu dari api neraka dan jika karena ingin surga, maka Aku telah pastikanmu menjadi ahli surga!”

Nabi Syu’aib menjawab : “Tidak wahai Tuhan-ku! Tapi karena sangat rindu untuk memandang wajah-Mu”.

Allah mewahyukan lagi kepada Nabi Syu’ab : “Pantaslah bagi siapa yg menginginka-Ku, wajib menangis rindu kepada-Ku, sebenarnya penyakit ini tidak ada penawarnya sama sekali, kecuali bertemu dengan-Ku”.

Begitulah keadaan rupa Nabi Syu’aib, menangi karena cinta dan rindu kepada Allah SWT.

Malam menurunkan tabirnya, orang berdosa sedang nyenyak dalam tidurnya, tetapi para arifbillah sedang berdiri tegak menghadap tuhannya, mereka membaca ayat-ayat sambil bercucuran air mata, air suci mengalir membasahi pipi terus menurun kebadannya, tidak bersabar walau sebentar darri mengintai Tuhannya karena rindu dan orang bercinta sebenarnya tdk ada tidurnya.

“Barangsiapa banyak tertawa, niscaya kurang disegani. Barang siapa banyak gurau, niscaya ia dianggap remeh. Barang siapa memperbanyak sesuatu, niscaya ia menjadi terkenal dengan sesuatu itu. Barang siapa banyak perkataannya, niscaya banyak jatuhnya (dalam kesombongan). Barang siapa kurang malunya, niscaya kurang wara’nya. Barang siapa kurang wara’nya, niscaya mati hatinya”. (Umar bin Al-Khattab).

Anas ra berkata : “Pada suatu hari Rasulallah saw berkhutbah, lalu beliau bersabda dalam khutbahnya itu :

“Andai kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis”.

Anas berkata : “Seketika itu para sahabat menutup muka masing-masing sambil menangis terisak-risak.

Bersabdalah Rasulallah : “Tiada sesuatu yg lebih disukai oleh Allah dari dua tetes dan dua bekas. Tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah dalam mempertahankan agama Allah. Adapun dua bekas adalah bekas dalam perjuangan fisabilillah dan bekas perjuangan menunaikan kewajiban kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi)

Marilah kita renungkan kedalam diri kita, dikala kita menangis di hadapan-Nya. Adakah menangis krn malu kepada-Nya, atau karena takut kepada-Nya, atau karena cinta dan rindu kepada-Nya?

Mungkin yang sering terjadi dikala munajat kepada-Nya kita menangis krn nasib dan keadaan kita, karena penderitaan kita, karena musibah yang menimpa kita, krn kesulitan yang melanda kita, atau karena kesempitan rizki yang kita alamai.
Bukan karena malu kepada-Nya, bukan krn takut kepada-Nya, bukan karena banyaknya dosa-dosa kita, bukan karena cinta kpd-Nya.

Demikianlah keadaan kita, dikala di beri kesenangan cendrung kita lupa, asyik di dalam kesenangan dan tertawa-tawa diatas kesenangan dan di kala ditimpakan musibah, kesulitan dan kesempitan baru kita menyadari khilaf dan lalai kita, menangis menyesali khilaf dan lalai kita. hal yg demikian masih lebih baik dari pada tidak sama sekali menyadarinya walau sdh ditimpakan musibah dan kesulitan kpd kita, malah mencari sebab atau melempar sebab kesalahan pada orang lain dan bukan kepada diri kita sendiri. Shg tiada tangis dan menyesal sedikitpun walau kita berada dlm kesempitan dan di dera musibah. Atau kita menangis bukan mengharap iba-Nya, tetapi menangis mengharap iba dari mahluk-Nya. Suma na’udzubillah, smg tdk demikian halnya keadaan kita.
Marilah kita menyadari dan mengintrosfeksi diri kita, Dengan suatu harapan, semoga dengan introspeksi diri kita menyadari dan dapat merubah segala kekeliruan dan khilaf kita untuk bisa lebih baik lagi dimasa yang akan datang....